RADARTUBAN- Ratusan mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 dipastikan mendapat perlindungan penuh dari BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian di tiga kabupaten. Senin (20/07).
Selain dihadiri langsung oleh kepala kantor wilayah BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur, upacara pemberangkatan juga dihadiri oleh Ketua, anggota dan pengawas PPLP-PT PGRI Tuban, jajaran pimpinan Universitas, Dosen pembimbing lapangan, serta seluruh peserta KKN.
Tanda dimulainya pelaksanaan KKN tahun ini, secara simbolis diawali dengan penyematan atribut KKN kepada perwakilan peserta oleh Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Ketua PPLP-PT PGRI Tuban dan Rektor. Selanjutnya peserta juga diberikan kartu kepesertaan BPJS kesehatan.
Seusai mengikuti seluruh rangakaian acara, Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Irvansyah Utoh Banja menjelaskan, kehadirannya di kampus Ronggolawe tidak lain sebagai bentuk komitmen dari BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan seluruh mahasiswa Unirow yang mengikuti KKN telah memperoleh perlindungan secara menyeluruh. Sehingga pelaksanaan KKN menjadi lebih aman dan produktif.
“Kami pastikan, mahasiswa KKN Unirow dapat perlindungan dari BPJS ketenagakerjaan”, ucapnya.
Selanjutnya, Irvansyah menjelaskan perlindungan yang akan diberikan selama mahasiswa melakukan kegiatan, dimulai dari pejalanan menuju lokasi KKN, hingga kembali pulang.
Adapun perlindungan yang akan diberikan adalah berupa jaminan kecelakaan kerja. Yang meliputi seluruh biaya pengobatan yang dibutuhkan medis hingga peserta dapat kembali beraktivitas.
Bahkan jika terjadi musibah yang menyebabkan meninggal dunia, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan santunan kepada ahli waris.
Selain memastikan rasa aman bagi mahasiswa Unirow, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan juga memberi edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya memiliki jaminan pelindungaan saat bekerja.
Di sisi yang sama, Rektor Unirow, Prof. Dr. Warli, M.Pd menekankan, kerjasama Unirow dengan BPJS Ketenagakerjaan telah berlangsung lama. Sehingga pada pelaksanaan KKN tahun ini seluruh peserta talah diikutkan program jaminan kecelakaan kerja.
Meskipun telah memperoleh perlindungan menyeluruh, Rektor tetap mengingatkan supaya peserta KKN tetap menjaga keselamatan, menaati aturan, dan segera berkoordinasi dengan DPL apabila menghadapi kendala selama berada dilokasi KKN.
Rektor juga menambahkan, pelaksanaan KKN tahun ini mempunyai tantangan tersendiri. pasalnya mereka akan ditempatkan di jawa Tengah dan Jawa timur, tepatnya di kabupaten Tuban, Rembang dan Bojonegoro.
“Biarpun kalian sudah jadi perserta BPJS Ketenagakerjaan, jaga diri baik-baik”, ucap Rektor.
Pada tahun ini, peserta KKN mencapai 561 peserta yang terbagi kedalam 32 kelompok. Dengan rincian 19 kelompok di Kabupaten Tuban, 3 kelompok di Bojonegoro dan 10 kelompok di Rembang. Untuk Peserta KKN yang ada di rembang, secara khusus Rektor Unirow akan mengantar sendiri mereka kesana.
Mengusung tema “Implementasi Kampus Berdampak Melalui Suksesi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)”, KKN Unirow 2026 diarahkan untuk mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, peningkatan kesehatan, serta penguatan budaya hidup bersih dan aman di desa-desa lokasi pengabdian.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini didasarkan kepada prinsip-prinsip pendidikan, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani. Capaian Manfaat Pengabdian Masyarakat pada mahasiswa diantaranya;
Pertama, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan nyata di masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kedua, meningkatkan empati dan tanggung jawab sosial mahasiswa. Melalui kegiatan pengabdian, mahasiswa belajar berinteraksi dengan masyarakat, memahami kebutuhan mereka, dan mengembangkan empati terhadap kehidupan orang lain.
Ketiga, meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang isu-isu sosial yang ada di masyarakat dan belajar bagaimana berkontribusi dalam pemecahannya.
Keempat, mengembangkan keterampilan mahasiswa melalui kegiatan mengembangkan keterampilan praktis, seperti kemampuan bernegosiasi, bekerja dalam tim, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni