RADARTUBAN – Komunitas ilmuwan dunia dibuat takjub oleh hasil penelitian seorang siswa sekolah dasar asal Kobe, Jepang, bernama Jo Nagai.
Sebagaimana dikutip dari laporan kanal YouTube A Curious Birb, Joe yang saat itu berusia 10 tahun berhasil menyajikan temuan ilmiah membanggakan di panggung International Congress of Entomology 2024.
Ia menjadi orang pertama di dunia yang membuktikan secara eksperimental bahwa memori kupu-kupu tidak hanya bertahan melewati proses metamorfosis, tetapi juga dapat diwariskan ke keturunannya.
Pada tahun 2022, Jo yang saat itu masih duduk di kelas dua sekolah dasar mengirimkan surat empat halaman beserta lampiran data eksperimen mandirinya kepada Prof. Martha Weiss di Amerika Serikat.
Baca Juga: Peneliti Temukan Makhluk Aneh Seperti Babi Laut hingga Kupu-Kupu Laut di Kedalaman Samudra Antartika
Walau awalnya ragu, Weiss akhirnya bersedia menjadi mentor Joe setelah melihat keseriusan sang bocah. Joe bahkan mengkritik penggunaan bahan kimia berbahaya seperti ethyl acetate dalam eksperimen awal Weiss dan menggantinya dengan minyak lavender yang lebih ramah serta alami bagi ulat.
Dalam metodologi penelitiannya, Joe melatih ulat kupu-kupu swallowtail untuk mengaitkan aroma lavender dengan kejutan listrik ringan.
Kejut listrik tersebut diuji secara bertahap pada ambang batas terendah agar tidak menyakiti ulat. Setelah ulat-ulat tersebut mengalami metamorfosis sempurna menjadi kupu-kupu, Joe mengujinya dalam labirin berbentuk huruf Y (Y-maze). Hasilnya, sekitar 70 persen kupu-kupu yang telah dilatih saat berwujud ulat secara aktif menghindari jalur beraroma lavender.
Hal ini membuktikan bahwa ingatan atau pengalaman di masa ulat tetap membekas dalam otak kupu-kupu meskipun telah melewati proses metamorfosis.
Tak berhenti di situ, insiden alergi hay fever yang dialami keluarganya menginspirasi Jo untuk menguji apakah memori tersebut dapat diturunkan.
Ia kemudian mengawinkan kupu-kupu hasil latihannya dan menguji ulat keturunan generasi kedua serta generasi ketiga tanpa memberikan pelatihan kejutan listrik sama sekali. Secara mengejutkan, keturunan kupu-kupu tersebut tetap menghindari aroma lavender dengan rasio persentase yang hampir sama dengan induknya.
Penelitian inovatif yang dilakukan oleh Jo Nagai berhasil membongkar anggapan lama sains bahwa proses metamorfosis menghapus seluruh memori otak serangga.
Dikutip dari laporan A Curious Birb, eksperimen Joe membuktikan bahwa ingatan masa ulat pada kupu-kupu swallowtail tidak hanya bertahan hingga wujud dewasa, tetapi juga diwariskan secara biologis ke generasi berikutnya.
Penemuan yang diawali dari rasa penasaran seorang anak berusia 10 tahun ini kini membuka wawasan baru di bidang entomologi dan studi memori lintas generasi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni