RADARTUBAN - PGRI Jawa Timur terus mendorong penguatan tata kelola dan jejaring kerja sama antarperguruan tinggi di bawah naungannya.
Upaya tersebut mengemuka dalam sarasehan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi (PT) PGRI se-Jawa Timur yang digelar di Ballroom Lynn Hotel Tuban, Sabtu (8/8).
Sebanyak 113 peserta dari 24 perguruan tinggi PGRI di Jawa Timur mengikuti forum yang rutin diselenggarakan setiap empat bulan tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus diskusi strategis untuk memperkuat kualitas pengelolaan lembaga pendidikan tinggi di lingkungan PGRI.
Dalam forum tersebut, para pimpinan dan perwakilan kampus membahas berbagai langkah penguatan jejaring kelembagaan, baik di tingkat regional maupun nasional.
Agenda tersebut dirangkai dengan pelantikan dan pengukuhan pembina, pengurus, serta pengawas YPLP PT PGRI Nganjuk dan Sampang, serta PPLP PGRI Pasuruan oleh Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.
Salah satu fokus pembahasan dalam sarasehan kali ini adalah penguatan tata kelola kerja sama antarlembaga. Untuk itu, panitia menghadirkan Universitas PGRI Madiun yang memperoleh peringkat terbaik pertama dalam pengelolaan laporan kerja sama di lingkungan LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur.
Melalui sesi berbagi praktik baik (best practice), peserta diajak memahami strategi membangun dan mengelola kemitraan yang berdampak bagi pengembangan perguruan tinggi.
Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Jeffry Handika, S.Si., M.Pd., M.Si., yang memaparkan pengalaman dan strategi pengelolaan kerja sama institusional.
Rektor Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Prof. Dr. Warli, M.Pd., mengatakan, tema kerja sama dipilih karena dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi perguruan tinggi saat ini.
Menurut dia, keberadaan 24 PT PGRI di Jawa Timur merupakan potensi besar yang perlu dioptimalkan melalui kolaborasi yang terarah.
‘’Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. Kami berharap ada hasil yang dapat dibawa pulang peserta, baik berupa penguatan koordinasi, pertukaran pengalaman, maupun tindak lanjut kerja sama yang konkret antarperguruan tinggi,” ujar Warli.
Ketua PPLP-PT PGRI Tuban, Sudjarwoto Tjondronegoro, S.H., S.Pd. berharap sarasehan tersebut menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diterapkan di masing-masing kampus.
Menurut dia, kontribusi pemikiran dari para pengelola perguruan tinggi penting untuk menjawab tantangan pengembangan pendidikan tinggi di daerah.
Baca Juga: Unirow dan Pemkab Lamongan Jalin Kerjasama Strategis untuk Pengembangan SDM
Sementara itu, Ketua Forum Pimpinan PT PGRI Jawa Timur, Prof. Dr. Dra. Munawaroh, M.Kes., menegaskan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik.
Tata kelola kerja sama yang profesional dan akuntabel juga menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kerja sama yang terdokumentasi dengan baik dan memberikan dampak nyata akan memperkuat pengembangan institusi sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat,” katanya.
Mewakili Ketua PGRI Jawa Timur Djoko Adi Waluyo, Wakil Ketua II PGRI Jawa Timur Dr. Dra. Dwi Retnani Srinarwati, M.Si., membuka kegiatan tersebut. Dia menilai sarasehan menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antara PGRI, badan penyelenggara, dan perguruan tinggi.
Menurut Dwi Retnani, perguruan tinggi PGRI memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, dan daya saing lulusan.
Karena itu, dibutuhkan tata kelola yang profesional, kepemimpinan yang visioner, serta kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.
Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd. terus mendorong penguatan sinergi antarlembaga perguruan tinggi di bawah naungannya melalui pertukaran pengalaman terbaik (best practice).
Dia menilai forum diskusi dan iklim pertukaran gagasan lintas kampus ini menjadi instrumen penting untuk memicu inovasi, sekaligus mempermudah adaptasi program-program unggulan antarlembaga secara fleksibel.
''Di tengah berbagai tantangan saat ini, membuka ruang komunikasi dan bertukar pikiran adalah hal yang sangat positif. Kita bisa belajar, apakah program yang sukses di satu perguruan tinggi dapat diterapkan di tempat lain dengan sedikit penyesuaian. Hal ini tentu menantang kita untuk terus belajar," papar Unifah.
Baca Juga: 561 Mahasiswa KKN Unirow Tuban Diberangkatkan ke Tiga Kabupaten, Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Ketua PGRI Provinsi Jawa Timur Dr. H. Djoko Adi Walujo, S.T., M.M., DBA. menyambut baik adanya best practice di antara para peguruan tinggi yang tergabung dibawah naungan PGRI. Dengan adanya agenda sarasehan, para pimpinan perguruan tinggi PPLP PT dan YPLP PT PGRI yang juga diselingi dengan tukar pengalaman dalam pengelola perguruan tinggi yang baik akan memperkuat jati diri PGRI sebagai garada terdepan pendidikan di Indonesia.
''Ini adalah karya yang luar biasa. Biarpun pesertanya terbatas, kecil tapi efektik dan efisien. Sembari bertemu, sembari kita dengarkan kawan bercerita tentang ilmu yang baru, dengan hadirnya para peserta semakin memperkuat jadi diri sebagai oraganisasi yang mengedepankan satu kesatuan sebagai Persatuan Guru Republik Indonesia," tegasnya.
Melalui forum ini, PGRI Jawa Timur berharap terbangun kesamaan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi PGRI di tingkat regional maupun nasional. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban