Catin Tanam Pohon, Unirow dan KUA Tuban Dorong Ekoteologi

Dwi Setiyawan • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:03 WIB
Rektor Unirow Tuban Prof. Dr. Warli, M.Pd. (lima dari kanan) dan Kepala PPLP-PT PGRI Tuban Sudjarwoto (empat dari kanan) bersama Kepala KUA Kecamatan Tuban Akhmat Iswoyo, Camat Tuban Raden Mochamad Dani Ramdhani, Humas Kementerian Agama Tuban, serta perwakilan PLKB dan calon pengantin. (Radar Tuban)
Rektor Unirow Tuban Prof. Dr. Warli, M.Pd. (lima dari kanan) dan Kepala PPLP-PT PGRI Tuban Sudjarwoto (empat dari kanan) bersama Kepala KUA Kecamatan Tuban Akhmat Iswoyo, Camat Tuban Raden Mochamad Dani Ramdhani, Humas Kementerian Agama Tuban, serta perwakilan PLKB dan calon pengantin. (Radar Tuban)

RADARTUBAN - Bimbingan perkawinan bagi calon pengantin (catin) di Kabupaten Tuban dikemas berbeda.

Sebanyak 23 pasangan calon pengantin tidak hanya mendapat pembekalan mengenai kehidupan rumah tangga, namun juga diajak menanam pohon alpukat di Taman Pohon Pengantin Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, kemarin (12/8).

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Pusat Pemberdayaan Ekonomi dan Lingkungan Unirow dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tuban. Program itu menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat peran perguruan tinggi agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: 425 Pasang Catin Menikah di Malam Songo, Siapkan 34 Penghulu

Pohon alpukat jenis alligator yang ditanam para catin diharapkan tidak sekadar menjadi bagian dari kegiatan seremonial. Pohon tersebut diharapkan tumbuh seiring dengan perjalanan kehidupan rumah tangga pasangan yang menanamnya.

Rektor Unirow Tuban Prof. Dr. Warli, M.Pd. mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus di Jalan Manunggal, Tuban itu untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Menurut dia, momentum bimbingan perkawinan dapat sekaligus dimanfaatkan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. “Pohon yang ditanam calon pengantin ini dapat tumbuh bersama perjalanan kehidupan rumah tangga mereka,” ujarnya.

Program tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan memperkuat gerakan ekoteologi. Konsep itu menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan.

Dengan pendekatan tersebut, menjaga lingkungan tidak hanya ditempatkan sebagai tanggung jawab sosial. Kepedulian terhadap alam juga dipandang sebagai bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Kepala KUA Kecamatan Tuban Akhmat Iswoyo mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurut dia, bimbingan perkawinan yang dipadukan dengan kegiatan lingkungan merupakan hal baru bagi KUA Kecamatan Tuban.

“Biasanya hanya sebatas bimbingan perkawinan. Namun, kali ini dikolaborasikan dengan kegiatan lingkungan. Ini yang pertama dan berbeda,” ungkapnya.

Akhmat mengatakan, Unirow dan KUA Kecamatan Tuban memiliki sejumlah kesamaan dalam program pemberdayaan masyarakat. Kesamaan tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan bersama.

“Kami juga melihat program pemberdayaan yang ada ternyata memiliki kesamaan, jadi ini bisa menjadi contoh sekaligus daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya.

Setelah penanaman pohon, para catin mengikuti bimbingan perkawinan. Materi yang diberikan mencakup kesiapan memasuki kehidupan rumah tangga, kesehatan reproduksi, persiapan kehamilan, pencegahan stunting, dan pemenuhan gizi.

Baca Juga: Regulasi Bimwin Hanya Berlaku untuk Catin Muslim, Warga Tuban Wajib Tahu Ini

Materi kesehatan dan persiapan kehidupan keluarga disampaikan perwakilan Dinas Kesehatan. Sementara itu, perencanaan keluarga, ketahanan keluarga, dan program Bangga Kencana disampaikan oleh Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Unirow Tuban, Kepala PPLP-PT PGRI Tuban Sudjarwoto, Kepala KUA Kecamatan Tuban Akhmat Iswoyo, Camat Tuban Raden Mochamad Dani Ramdhani, Humas Kementerian Agama Tuban, serta perwakilan PLKB.

Kolaborasi Unirow dan KUA Kecamatan Tuban diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Kampus berdampak diharapkan tidak hanya hadir melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks itu, pohon yang ditanam calon pengantin menjadi simbol keterhubungan antara keluarga, lingkungan, dan keberlanjutan. Rumah tangga yang baru dibangun diharapkan tidak hanya tumbuh secara sosial dan ekonomi, tetapi juga ikut merawat ruang hidup di sekitarnya. (ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban Unirow pohon kua