RADARTUBAN - Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah hadir sebagai angin segar bagi calon mahasiswa yang memimpikan pendidikan tinggi namun terhalang kendala finansial.
Meski terintegrasi erat dengan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), bantuan pemerintah ini tidak dibagikan begitu saja.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menetapkan batasan yang sangat jelas mengenai siapa saja figur yang benar-benar berhak dan layak memboyong subsidi negara tersebut.
Baca Juga: Sisi Gelap Beasiswa Indonesia, KIP Kuliah hingga LPDP Dinilai Belum Tepat Sasaran
Prioritas utama penyerahan bantuan menyasar para lulusan SMA, SMK, MA, atau bentuk lain yang setara, baik angkatan tahun berjalan maupun lulusan maksimal dua tahun ke belakang.
Syarat mutlaknya, calon penerima wajib mengantongi kelengkapan identitas valid berupa NIK, NISN, serta NPSN sekolah.
Selain itu, kandidat yang dianggap sah adalah mereka yang berhasil mengamankan program studi terakreditasi di PTN maupun PTS, serta secara meyakinkan terbukti dibesarkan dalam lingkungan keluarga berpenghasilan rendah atau rentan miskin.
Dalam penyaringan tingkat lanjut, pihak kampus mengelompokkan kelayakan ekonomi menjadi tiga urutan kasta prioritas, yakni:
- Prioritas I: Alumni pemegang KIP Pendidikan Menengah yang sudah terdata dalam sistem DTSEN maksimal desil 4 dan telah dinyatakan lolos jalur SNBP, SNBT, atau Mandiri.
- Prioritas II: Mahasiswa dengan total pendapatan kotor gabungan dari orang tua atau wali di bawah nilai UMP domisili asal.
- Prioritas III: Mahasiswa dari keluarga miskin yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) resmi dari pihak desa atau kelurahan, lengkap dengan bukti pendukung berupa foto fisik rumah dan tagihan listrik.
Bagi mereka yang berhasil terverifikasi layak, skema bantuan yang disiapkan sangat melimpah. Kemendiktisaintek mengalirkan dua jenis pendanaan, yakni:
- Biaya Pendidikan: Ditransfer langsung ke rekening perguruan tinggi sebesar Rp2.400.000 per semester.
- Biaya Hidup: Dikirim langsung ke rekening mahasiswa sebesar Rp700.000 per bulan (dicairkan sekaligus Rp4.200.000 per semester).
Secara keseluruhan, total akumulasi sokngan biaya hidup sebagai berikut:
- Sarjana (S1) / Diploma 4 (D4): Maksimal 8 semester dengan akumulasi Rp33.600.000.
- Diploma 3 (D3): Maksimal 6 semester dengan akumulasi Rp25.200.000.
- Diploma 2 (D2): Maksimal 4 semester dengan akumulasi Rp16.800.000.
- Diploma 1 (D1): Maksimal 2 semester dengan akumulasi Rp8.400.000.
Profesi Khusus (Dokter, Dokter Gigi, Dokter Hewan): Maksimal 4 semester dengan akumulasi Rp16.800.000. - Profesi Lain (Ners, Apoteker, Guru): Maksimal 2 semester dengan akumulasi Rp8.400.000.
Tahapan pengajuan akun KIP Kuliah 2026 sendiri telah bergulir sejak 18 Februari dan terus terbuka hingga penutupan akhir pada 31 Oktober 2026.
Kendati pendaftaran via jalur prestasi (SNBP) serta tes berbasis komputer (UTBK-SNBT) telah usai, para pendaftar jalur seleksi mandiri PTN maupun PTS masih memiliki kesempatan emas untuk memproses hak bantuan mereka sebelum batas waktu 31 Oktober mendatang.
Kepastian mengenai status lolos atau tidaknya kandidat dapat dipantau secara mandiri melalui situs resmi Kemendiktisaintek.
Pemohon cukup mengakses bilah menu Cek Penerima, menyisipkan 16 angka NIK kependudukan milik pribadi, lalu mengeklik perintah Cari untuk menampilkan hasil verifikasi akhir. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari