RADARTUBAN - Sebuah studi kasus klasik tentang isolasi anak dan kognisi manusia kembali menjadi sorotan saat mengulas batas kemampuan otak dalam mempelajari bahasa.
Dikenal sebagai "The Forbidden Experiment" (Eksperimen Terlarang), kisah tragis seorang anak perempuan bernama Genie mengungkap bagaimana isolasi sosial dan kejahatan domestik merenggut masa depan perkembangan bahasanya.
Genie ditemukan oleh otoritas sosial di pinggiran kota Los Angeles pada 4 November 1970 saat berusia 13 tahun 7 bulan.
Ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya dalam sekapan sang ayah, Clark Wiley. Selama lebih dari satu dekade, Genie diikat di kursi pispot pada siang hari dan dikurung di dalam boks bayi tertutup kawat pada malam hari tanpa pernah diperdengarkan percakapan manusia.
Baca Juga: Fakta Menarik: Ini Alasan Marga Orang Inggris Terdengar Aneh Saat Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia
Ketika pertama kali diselamatkan dan dirawat di Children's Hospital Los Angeles, fisik dan kondisi kognitif Genie sangat memprihatinkan. Berat badannya hanya sekitar 26 kg dan ia sama sekali tidak dapat berbicara akibat lingkungan tumbuh yang sepenuhnya sunyi serta sarat akan kekerasan.
Para ilmuwan dan tim medis berupaya membantu Genie mempelajari bahasa. Pada awalnya, Genie menunjukkan perkembangan pesat dalam penguasaan kosakata dasar.
Namun, proses pembelajarannya terhenti pada penguasaan tata bahasa. Genie hanya mampu berkomunikasi menggunakan kata-kata lepas tanpa struktur kalimat yang utuh.
Nahas, penanganan terhadap Genie memburuk setelah dana penelitian dari National Institute of Mental Health dihentikan pada tahun 1974. Genie kemudian dipindahkan ke beberapa rumah asuh, di mana ia kembali mengalami penganiayaan hingga akhirnya memilih untuk kembali bungkam sepenuhnya.
"Otak manusia memiliki batas waktu biologis untuk mempelajari bahasa. Menurut teori ini, seseorang memiliki waktu hingga masa pubertas, sekitar usia 12 atau 13 tahun, untuk menguasai bahasa pertamanya. Setelah itu, jaringan saraf khusus untuk tata bahasa dan sintaksis secara efektif akan berhenti berfungsi." dikutip dari Youtube Till Musshoff.
Pernyataan tersebut menjelaskan teori Hipotesis Periode Kritis (Critical Period Hypothesis) yang digagas oleh Eric Lennenberg. Dalam kasus Genie, teori ini terbukti ketika otak kirinya yang mengolah struktur bahasa tidak dapat lagi diaktifkan secara maksimal setelah melewati rentang usia emas tersebut.
Saat ini, Genie diperkirakan berusia akhir 60-an tahun dan tinggal di sebuah fasilitas perawatan milik negara di Los Angeles dengan lokasi yang dirahasiakan untuk menjaga privasinya.
Kasus Genie menjadi pengingat kelam bagi dunia sains bahwa bahasa bukan sekadar kemampuan kognitif, melainkan bagian dari hubungan sosial antarmanusia yang membutuhkan rasa aman untuk berkembang. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni