69 SD di Tuban Dapat Bantuan Revitalisasi, Baru 36 Sekolah yang Sudah Mulai Pengerjaan Fisik

Andreyan (An) • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 12:34 WIB
Bangunan ruang kelas SDN Trantang, Kecamatan Kerek yang ambruk pada 20 Juni lalu. (Radar Tuban)
Bangunan ruang kelas SDN Trantang, Kecamatan Kerek yang ambruk pada 20 Juni lalu. (Radar Tuban)

RADARTUBAN - Program revitalisasi bangunan sekolah dasar (SD) dari pemerintah pusat di Kabupaten Tuban belum seluruhnya masuk tahap pengerjaan fisik.

Dari 69 SD penerima bantuan revitalisasi tahun ini, baru 36 sekolah yang mulai melaksanakan pembangunan.

Kabid Pengelolaan Pendidikan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban M. Nurdin mengatakan, 33 SD lainnya masih menyelesaikan administrasi. Anggaran untuk sekolah-sekolah tersebut juga belum dicairkan.

‘’Yang sudah jalan pembangunan fisik pada 36 SD. Sementara itu 33 lainnya masih melengkapi administrasi dan anggarannya belum keluar,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (7/9).

Baca Juga: Pohon Tua Jadi Tumbal Revitalisasi Drainase, Tuban Kehilangan Fungsi Resapan

Dengan demikian, pelaksanaan program revitalisasi sarana dan prasarana SD di Bumi Ronggolawe belum berjalan serentak. Sebagian sekolah masih berada pada tahap persiapan sebelum pembangunan dimulai.

Nurdin menjelaskan, program revitalisasi gedung SD menggunakan mekanisme swakelola. Anggarannya berasal dari pemerintah pusat yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing sekolah.

Kepala sekolah menjadi penanggung jawab program. Bersama tim yang dibentuk sekolah, kepala sekolah memiliki kewenangan mengelola anggaran untuk membangun atau merehabilitasi gedung sesuai menu kegiatan yang telah ditentukan pemerintah pusat.

Adapun Disdik Tuban dalam proses pelaksanaan kegiatan dibantu tim fasilitator dari perguruan tinggi yang ditunjuk memberikan pendampingan kepada sekolah penerima bantuan.

Pendampingan terutama dilakukan dalam pemenuhan administrasi dan dokumen yang diperlukan dalam pelaksanaan program revitalisasi.

Besaran bantuan yang diterima setiap sekolah juga tidak sama. Nilainya bergantung pada persetujuan kementerian.

Ada sekolah yang memperoleh bantuan untuk satu kegiatan, tetapi ada pula yang mendapatkan lebih dari tiga kegiatan.

‘’Untuk besaran bantuan di setiap sekolah berbeda-beda tergantung persetujuan dari kementerian pusat. Ada yang setiap sekolah hanya satu kegiatan bantuan, ada juga yang lebih dari tiga kegiatan,’’ jelas mantan kepala SDN Kebonsari 1 Tuban itu.

Terkait sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan infrastruktur, Nurdin mengatakan SDN Trantang termasuk penerima program revitalisasi dari pemerintah pusat tahun ini.

Baca Juga: Link Video Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Durasi 21 Detik Viral

Sementara SDN Kutorejo 3 memperoleh anggaran perbaikan melalui PAPBD 2026.

Selain itu, SDN Trantang juga mendapatkan alokasi rehabilitasi ruang kelas melalui PAPBD 2026.

‘’Selain dapat bantuan revitalisasi (pemerintah pusat, Red), SDN Trantang juga mendapatkan program rehabilitasi untuk ruang kelas dari anggaran PAPBD 2026,’’ pungkasnya. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban Revitalisasi dinas pendidikan sd