Nilai TKA Tahun Lalu Rendah, Madrasah Tuban Harus Belajar dari Buruknya Hasil Tahun Lalu

M. Mahfudz Muntaha • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB
Ilustrasi madrasah di Tuban memperkuat persiapan menghadapi TKA 2026/2027 setelah hasil tes tahun lalu dinilai belum maksimal. (Radar Tuban/AI)
Ilustrasi madrasah di Tuban memperkuat persiapan menghadapi TKA 2026/2027 setelah hasil tes tahun lalu dinilai belum maksimal. (Radar Tuban/AI)

RADARTUBAN — Madrasah di Kabupaten Tuban memperkuat persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun pelajaran 2026/2027.

Langkah ini dilakukan setelah hasil TKA tahun sebelumnya dinilai belum memuaskan. Bahkan, sejumlah siswa hanya memperoleh nilai 30.

Untuk pelaksanaan TKA tahun ini, khususnya jenjang madrasah aliyah (MA), persiapan dilakukan lebih awal. Pelaksanaan TKA MA direncanakan berlangsung pada Oktober dan November.

Kepala MA Islamiyah Senori Musta’in mengatakan, hasil TKA tahun lalu menjadi bahan evaluasi bagi sekolah. Para siswa kini mendapat penguatan materi sebagai persiapan menghadapi tes.

Baca Juga: Kejar Target, Kemenag Gejot Program Makan Bergizi Gratis di Pesantren dan Madrasah

‘’Anak-anak diberi persiapan semacam les oleh guru mapel masing-masing,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (14/9).

Menurut Musta’in, persiapan TKA tahun lalu belum maksimal karena saat itu pemerintah menyampaikan bahwa TKA tidak wajib dan tidak menjadi tolok ukur penilaian siswa. Kondisi tersebut membuat sekolah belum memberikan persiapan secara optimal.

Tahun ini, kata dia, persiapan dilakukan lebih serius karena hasil TKA diketahui menjadi salah satu penilaian terhadap lembaga pendidikan.

Musta’in mengatakan, tahapan pendaftaran peserta TKA saat ini telah dilakukan. Sekolah tinggal menunggu pembagian sesi pelaksanaan, termasuk jadwal, mata pelajaran, dan ruang ujian bagi masing-masing siswa.

Setelah pembagian sesi, sekolah akan melanjutkan persiapan melalui simulasi sebelum pelaksanaan TKA.

‘’Dan, untuk kami sekarang persiapan sudah kami siapkan sedemikian rupa, adapun hasilnya kita pasrah,’’ ujarnya. 

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Tuban Lukman Hakim mengatakan, pelaksanaan TKA untuk jenjang MA memang dijadwalkan lebih awal. Pelaksanaannya direncanakan berlangsung pada November hingga Desember tahun ini.

‘’Dan, saat ini sepertinya sudah proses pendaftaran peserta TKA dari madrasah,’’ bebernya.

Lukman mengatakan, madrasah tahun ini lebih serius mempersiapkan TKA dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut dia, TKA pada 2025 merupakan pelaksanaan pertama sehingga madrasah belum sepenuhnya memahami konsekuensi hasil tes tersebut.

Baca Juga: Kabar Gembira! Insentif Guru Madrasah Non-ASN Rp 1,5 Juta Cair Akhir Juni 2026

Saat itu, kata Lukman, pemerintah juga tidak menyebut TKA sebagai tes yang wajib. Akibatnya, persiapan di sejumlah madrasah belum maksimal.

‘’Tapi saat itu dari hasil TKA yang buruk itu oleh pemerintah dijadikan penilaian lembaga madrasah,’’ bebernya.

Kondisi tersebut memicu protes dari sejumlah lembaga pendidikan. Mereka mempertanyakan penggunaan hasil TKA sebagai tolok ukur lembaga jika sejak awal tidak disampaikan secara jelas.

Tahun ini, madrasah diminta lebih serius mempersiapkan siswa. Terlebih, hasil TKA bagi siswa MA dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk masuk perguruan tinggi.

‘’Apalagi di MA ya, hasil nilainya digunakan untuk masuk ke perguruan tinggi. Maka siswa dipersiapkan dengan sangat baik,’’ pungkasnya. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
mapel Tuban madrasah tka