RADARTUBAN - Universitas Sunan Bonang (USB) Tuban mewisuda 196 mahasiswa pada Wisuda ke-31 Tahun 2026 di Gedung Graha Sandiya Tuban, kemarin (1/10).
Prosesi tersebut sekaligus menjadi momentum perpisahan bagi Rektor USB Tuban Dr. Sulistyani Eka Lestari, S.H., M.H. yang mengakhiri masa jabatannya.
Dari 196 wisudawan, sebanyak 115 berasal dari Program Studi Hukum Fakultas Hukum, 30 wisudawan dari Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik, lima wisudawan dari Program Studi Teknik Kimia Fakultas Kimia, dan 10 wisudawan dari Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian.
Baca Juga: Rayakan Dies Natalis ke-40, Universitas Sunan Bonang Gelar USB Run Fest
Prosesi wisuda tersebut sekaligus menambah jumlah alumni USB menjadi kurang lebih 9.700 orang yang tersebar dan berkarya di berbagai institusi, baik pemerintahan maupun nonpemerintahan.
Ketua Yayasan Abdi Negara Drs. Agus Wijaya, M.A.P., dalam sambutannya yang juga mewakili Bupati Tuban, mengatakan wisuda merupakan babak awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat.
Menurut Agus, pihaknya telah menugaskan Wakil Rektor III untuk memantau kondisi alumni USB yang telah terserap di dunia industri maupun memilih jalur wiraswasta.
Dia mengatakan, kondisi ekonomi global saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, para alumni diharapkan mampu mengembangkan potensi diri untuk meningkatkan ketahanan finansial.
Agus juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan nama besar USB. Hal tersebut dinilai penting agar kampus yang berada di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Tuban itu semakin memiliki daya saing dan diperhitungkan.
Kepada para wisudawan, Agus berpesan agar meningkatkan dedikasi dan integritas. ‘’Perbuat amal kebaikan.
Meski telah meninggalkan kampus ini, jangan lupakan lembaga yang telah mendidik kalian,’’ tegas ketua yayasan yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Tuban itu.
Dalam pidato pengukuhan, Rektor USB Tuban Doktor Sulistyani mengatakan, gelar yang disandang para wisudawan bukan sekadar tanda kelulusan, melainkan sebuah amanah.
‘’Jadilah lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga memiliki adat stabilitas, integritas, dan akhlak yang mulia. Jaga nama baik almamater kita tercinta ini di mana pun kalian berkiprah,’’ ujar dia.
Doktor Sulistyani mengatakan, setelah menyelesaikan studi di USB, para wisudawan akan memasuki fase baru di lingkungan kerja, masyarakat, dan kehidupan nyata.
Di pengujung sambutannya, suasana wisuda berubah haru. Dengan suara terbata-bata, Doktor Sulistyani menyampaikan bahwa wisuda ke-31 menjadi momentum terakhir bagi dirinya dalam menjalankan tugas sebagai Rektor USB Tuban.
Dia mengungkapkan, memimpin perguruan tinggi swasta bukanlah perkara mudah. Berbagai tantangan internal dan eksternal yang dinamis harus dihadapi selama masa kepemimpinannya.
‘’Namun, kami mampu berdiri tegak hingga hari ini karena satu kunci utama, yaitu kekompakan dan sikap saling mendukung,’’ kata akademisi kelahiran 22 April 64 tahun lalu itu yang spontan disambut aplaus undangan.
Sulistyani secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Abdi Negara Tuban atas visi, fasilitas, dan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengelola roda akademik USB.
Menurut dia, hubungan yang harmonis antara yayasan dan pengelola menjadi pondasi utama bagi keberlangsungan kampus. Dia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh anggota senat yang selama ini menjadi mitra strategis.
‘’Terima kasih atas setiap pemikiran, kritik konstruktif serta pertimbangan akademis yang diberikan. Di dalam forum senat, kita mungkin sering berdiskusi hangat, namun semua itu selalu bermuara pada satu tujuan, komitmen untuk menjaga mutu dan martabat akademis kampus kita,’’ tuturnya.
Penulis buku Hukum Tata Negara itu mengatakan, kerja sama antara rektorat, senat, dan yayasan menjadi energi utama dalam menghadapi berbagai tantangan. Dia menilai capaian USB selama masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan pribadi.
‘’Segala capaian dan kemajuan USB selama masa kepemimpinan saya adalah hasil keringat bersama, bukan keberhasilan individu. Sebagai manusia biasa, saya menyadari tentu ada harapan yang belum sepenuhnya terwujud atau kekhilafan dalam interaksi kita,’’ kata dia.
Sulistyani kemudian menyampaikan pamit kepada seluruh keluarga besar USB.
‘’Manusia memiliki batas, namun cinta saya kepada kampus USB ini tidak akan berbatas. Sekali lagi saya pamit dari kursi kepemimpinan ini. Namun doa saya akan selalu menyertai setiap jengkal tanah di kampus tercinta agar terus melangkah jauh lebih tinggi.’’
Sebelum menutup sambutannya, dia berpesan agar pergantian kepemimpinan tidak menghentikan perjalanan USB.
“Nakhoda boleh berganti, namun kapal besar USB ini harus terus berlayar. Saya titip kampus ini, teruslah pelihara semangat kekompakan ini.”
Di bawah kepemimpinan baru, dia berharap USB terus berkembang dan semakin maju.
‘’Tiba pula waktu bagi saya untuk melangkah bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan saya. Saya pamit dan undur diri,’’ kata dia dengan nada parau.
Setelah menyelesaikan sambutan, Doktor Sulistyani menerima karangan bunga dari perwakilan sivitas akademika kampus setempat.
Wisuda ke-31 USB Tuban tersebut turut dihadiri seluruh pengurus yayasan, wakil rektor, dekan fakultas, dosen, dan undangan. Dua mantan Rektor USB Tuban, Soekarman dan Didik Wahyu Sugianto, juga hadir menyaksikan momentum tersebut.(*)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban