Desak Manajemen Baru-Pemilik Saham Segera Tuntaskan Masalah Legalitas Persatu Tuban

Andreyan (An) • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 07:38 WIB
Aksi pemain Persatu Tuban saat berlaga dalam pertandingan Liga 4 Asprov Jatim musim lalu. (Dokumen Radar Tuban)
Aksi pemain Persatu Tuban saat berlaga dalam pertandingan Liga 4 Asprov Jatim musim lalu. (Dokumen Radar Tuban)

RADARTUBAN – Persatu Tuban seakan belum bisa bangkit dari keterpurukan yang selalu menghantam setiap tahunnya menjelang bergulirnya kompetisi.

Tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini persoalan legalitas menjadi batu sandungan tim berjuluk Laskar Ronggolawe itu untuk mengarungi Liga 4 musim ini.

Persoalan tersebut turut menjadi perhatian suporter Persatu. Belum jelasnya status legalitas pasca peralihan hak dan pengelolaan tim yang pernah dua kali berkompetisi di Liga 2 itu membuat para suporter resah terhadap nasib Persatu ke depan.

Baca Juga: Jelang Liga 4, Persatu Tuban Masih Berkutat dengan Legalitas Klub

Ketua Aliansi Suporter Persatu (ASP), Solichul Anwar berharap kepada manajemen lama atau pemilik saham dan manajemen baru bisa segera bertemu dan secepatnya menyelesaikan persoalan legalitas tersebut.

‘’Kami tidak ingin persoalan ini berlarut-larut, apa lagi sampai berimbas pada keikutsertaan Persatu di Liga 4 musim ini,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (1/10).

Anwar menyampaikan, dirinya bersama lintas suporter Persatu lainnya turut mengawal serta mendorong pertemuan antara dua kubu kepengurusan tersebut yang rencananya akan berlangsung akhir pekan ini. 

‘’Surat undangan pertemuan sudah kami kirimkan, bahkan kepada empat pemegang saham sebelumnya. Kami harap seluruh pihak bisa kooperatif datang,’’ ujar dia.

Disinggung ihwal para pihak terutama jajaran pemilik saham mangkir dari agenda pertemuan, pentolan suporter Persatu itu mengaku akan terus berupaya mendudukkan dua kubu tersebut dalam satu meja. 

‘’Kami akan menyurati mereka sampai tiga kali, jika tidak ada itikad untuk bertemu artinya mereka sudah tidak peduli lagi dengan Persatu,’’ tegasnya.

Senada disampaikan Humas Ronggomania, Antok Kaka. Dia berharap masalah legalitas bisa tuntas sebelum kompetisi bergulir.

Dia tak ingin nasib Persatu justru menggantung atau tanpa kejelasan keikutsertaannya di kompetisi Liga 4.

‘’Kondisi musim ini hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, pasti selalu ada persoalan jelang kompetisi bergulir,’’ tuturnya. 

Sementara itu, persoalan ini muncul saat manajemen baru di bawah kepemimpinan Eko Wahyudi mempertanyakan legalitas atau status hukum terkait peralihan hak atas seluruh saham Persatu di bawah naungan PT Persatu Putra Tuban yang telah diserahkan kepada Pimpinan Timbul Persada itu, sesuai kesepakatan yang terjalin pada 2 Oktober 2025.

Baca Juga: Audiensi Belum Juga Digelar, Ronggomania Tagih Janji Manajemen Persatu Tuban

MoU yang berisi empat poin krusial itu sampai saat ini diklaim oleh kubu manajemen baru belum berdokumen yang berbadan hukum, sehingga mereka menuntut kejelasan kepada manajemen lama terkait itu.

Manajer Persatu Tuban M Abdul Rohman menilai legalitas resmi kesepakatan peralihan pengelolaan Persatu melalui dokumen berbadan hukum sangatlah penting. Terutama untuk menghindari persoalan di kemudian hari.

‘’Persatu tetap diarahkan untuk mengikuti Liga 4, akan tetapi kami memastikan dahulu legalitas resmi terkait kesepakatan dengan manajemen lama bisa segera klir,’’ tandasnya. (an/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban persatu ronggolawe liga 4