Gap Year Bukan Berarti Gagal, Ini 4 Teknik Belajar Efektif ala Timothy Julian

Jessyca Diva Edhelwise • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 10:04 WIB
Ilustrasi remaja belajar untuk SNBT setelah gap year. (Radar Tuban/ AI)
Ilustrasi remaja belajar untuk SNBT setelah gap year. (Radar Tuban/ AI)

RADARTUBAN - Tidak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) bukan berarti perjalanan menuju perguruan tinggi harus berhenti.

Bagi peserta yang memilih gap year, masa jeda justru bisa dimanfaatkan untuk mengevaluasi diri dan mempersiapkan strategi belajar yang lebih matang.

Hal tersebut disampaikan konten kreator edukasi, Timothy Julian, melalui kanal YouTube pribadinya.

Baca Juga: Apa Itu Gap Year: Ketika Lulusan SMA dan SMK Bingung Antara Pilihan Hidup atau Ketinggalan Start?

Dia membagikan panduan persiapan SNBT bagi peserta yang ingin kembali mencoba pada tahun berikutnya.

Timothy menyebut, hampir 800 ribu peserta mengikuti SNBT setiap tahun. Namun, banyak di antaranya tidak lolos karena keterbatasan daya tampung perguruan tinggi.

“Gap year itu bukan berarti kalian bodoh atau kalah,” ujarnya.

Empat Teknik Belajar untuk Persiapan SNBT

Menurut Timothy, persiapan selama delapan bulan dapat dibagi menjadi beberapa fase.

Tahap awal digunakan untuk memulihkan kondisi sekaligus mengevaluasi kekurangan dari ujian sebelumnya.

Setelah itu, peserta bisa memasuki fase belajar intensif atau grind season. Dua bulan menjelang ujian, fokus diarahkan pada simulasi dan pemantapan materi.

Ada empat teknik belajar yang disarankan Timothy.

Pertama, active recall, yakni mengingat kembali materi tanpa terus-menerus membaca catatan.

Kedua, spaced repetition atau mengulang materi secara berkala agar lebih melekat dalam ingatan.

Ketiga, memperbanyak latihan soal dengan porsi sekitar 70 persen dari waktu belajar.

Keempat, melakukan evaluasi mingguan untuk mengetahui perkembangan sekaligus memperbaiki materi yang belum dikuasai.

Bimbel atau Belajar Mandiri?

Selain teknik belajar, Timothy juga membahas pilihan mengikuti bimbingan belajar atau belajar secara mandiri.

Bimbel dapat membantu peserta memperoleh jadwal dan materi yang lebih terstruktur.

Namun, biaya menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan.

Sementara itu, belajar mandiri menawarkan fleksibilitas dalam mengatur waktu dan materi.

Meski demikian, metode ini menuntut kedisiplinan serta kemampuan mengevaluasi kemajuan secara konsisten.

Dengan strategi yang tepat, masa gap year dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki persiapan.

Kuncinya bukan sekadar belajar lebih lama, melainkan memahami kebutuhan belajar dan menjalankannya secara terarah. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
strategi belajar teknik belajar SNBT Gap Year