Ingin Memilih Homeschooling untuk Anak? Ini Hal Penting yang Harus Disiapkan

Salsa Mardhotun Nafisah • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 17:13 WIB
Ilustrasi Homeschooling Membutuhkan Perencanaan Matang, Bukan Sekadar Jalan Keluar dari Perundungan. (Radar Tuban/ AI)
Ilustrasi Homeschooling Membutuhkan Perencanaan Matang, Bukan Sekadar Jalan Keluar dari Perundungan. (Radar Tuban/ AI)

RADARTUBAN – Homeschooling dapat menjadi alternatif pendidikan bagi anak yang membutuhkan metode belajar berbeda dari sekolah formal.

Namun, penerapannya memerlukan perencanaan matang dan keterlibatan orang tua agar pendidikan sesuai dengan kebutuhan serta potensi anak.

Hal tersebut disampaikan Rama, pemuda berusia 20 tahun yang telah menjalani homeschooling selama sekitar 10 tahun, dalam perbincangannya di kanal Fuadh Naim.

Rama menceritakan, keputusan keluarganya memilih homeschooling berawal ketika kakaknya mengalami perundungan di sekolah dasar. Kakaknya yang kesulitan membaca mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya.

Keluarga sempat memindahkan kakaknya ke sekolah lain. Namun, perundungan masih berlanjut hingga terjadi insiden pelemparan batu ke kepala. Pengalaman tersebut mendorong orang tua Rama mencari alternatif pendidikan yang lebih sesuai.

Baca Juga: Gen Z Radar Tuban - Plus Minus Homeschooling Pada Anak

Keputusan itu tidak diambil secara terburu-buru. Orang tua Rama mempelajari sistem homeschooling selama lebih dari satu tahun dan mengikuti komunitas untuk memahami metode pembelajaran yang akan diterapkan.

Menurut Rama, keluarga perlu memiliki arah yang jelas sebelum memilih homeschooling. Orang tua harus memahami tujuan pendidikan anak dan menyiapkan metode belajar yang sesuai dengan kondisi keluarga.

“Yang paling penting sih adalah yang paling minimal punya visi misi keluarga,” kata Rama.

Visi dan misi tersebut menjadi dasar dalam menentukan arah pendidikan.

Orang tua bertanggung jawab merencanakan pembelajaran, mendampingi anak, serta membantu mengembangkan minat dan bakatnya.

Jika tidak mampu mengajarkan seluruh materi secara mandiri, orang tua dapat melibatkan tutor atau memanfaatkan sumber belajar lainnya.

Homeschooling Memberi Ruang Mengembangkan Potensi

Selain menjadi alternatif setelah mengalami perundungan, homeschooling memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan sesuai minatnya.
Rama mencontohkan kakaknya yang memiliki bakat menggambar sejak sekolah dasar. 

Kemampuan tersebut kemudian dikembangkan melalui kegiatan menggambar, animasi, dan robotika. Kakaknya bahkan pernah mengikuti kompetisi robotika.

Seiring waktu, kemampuan menggambar itu berkembang menjadi keterampilan desain yang akhirnya ditekuni sebagai pekerjaan.

Baca Juga: Belajar Lebih dari 8 Jam Sehari, Pelajar SMANSA Tuban Sukses Raih Perak di OSN Fisika Nasional

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan anak tidak hanya diukur melalui pencapaian akademik. Anak juga membutuhkan kesempatan untuk mengeksplorasi keterampilan sesuai minat dan potensinya.

Meski demikian, homeschooling tidak otomatis menyelesaikan persoalan anak. Jika keputusan diambil karena perundungan, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi emosional anak dan menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Pendidikan Tidak Hanya Berorientasi pada Ijazah

Rama juga menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak dalam menentukan arah pendidikan. Menurutnya, pendidikan seharusnya membantu anak mengenali potensi dan menemukan arah masa depan, bukan sekadar mengejar ijazah.

Setiap anak memiliki kemampuan dan proses perkembangan yang berbeda. Karena itu, keinginan anak perlu didengarkan, sementara orang tua tetap memberikan arahan dan pertimbangan.

“Komunikasi yang kita lakukan sebagai seorang anak itu bukan untuk melawan kehendak orang tua. Tapi kita ingin orang tua untuk mempertimbangkan keinginan kita,” ujar Rama.

Dengan demikian, homeschooling bukan sekadar memindahkan kegiatan belajar dari sekolah ke rumah. Pilihan ini membutuhkan kesiapan keluarga, perencanaan yang jelas, serta keterlibatan orang tua agar kebutuhan belajar dan potensi anak dapat berkembang secara optimal. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
sekolah formal pendidikan belajar homeschooling