Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Elfahmi Lubis Minta Sekolah Rakyat Diperluas

Hardiyati Budi Anggraeni • Dipublikasikan Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:25 WIB
Foto mensos Gusipul Saat berkunjung Ke (SRT) Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi
Foto mensos Gusipul Saat berkunjung Ke (SRT) Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi

RADARTUBAN – Perluasan akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memutus rantai kemiskinan.

Karena itu, program Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya dibangun di lokasi tertentu, tetapi juga menjangkau setiap kabupaten/kota di Bengkulu.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Elfahmi Lubis, menyampaikan harapan tersebut dalam diskusi publik bertajuk Sekolah Rakyat dan Upaya Memutus Rantai Kemiskinan di Bengkulu, Sabtu (24/10).

Menurut Elfahmi, peningkatan taraf hidup masyarakat perlu menjadi prioritas pemerintah. Pendidikan memiliki peran strategis karena dapat membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga: Anies Baswedan Terima Penghargaan di London, Bidik Kerja Sama Pendidikan hingga Pengelolaan Kota

Ia menyebut, saat ini baru ada satu Sekolah Rakyat yang dibangun di Bengkulu. Kondisi tersebut mendorongnya berharap pemerintah memperluas program itu hingga menjangkau seluruh kabupaten/kota.

“Saat ini kita tahu, baru ada satu Sekolah Rakyat yang sudah dibangun. Tentu kita menginginkan program Sekolah Rakyat ini hadir di setiap kabupaten/kota yang ada di Bengkulu,” ujar Elfahmi.

Pendidikan Jadi Jalan Mengubah Nasib

Elfahmi menilai keterbatasan ekonomi keluarga semestinya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan yang layak dan meraih cita-cita.

Ketika akses pendidikan terbuka, kesempatan meningkatkan taraf hidup juga semakin besar.

Ia mengaku merasakan sendiri peran pendidikan dalam mengubah kehidupan seseorang.

Berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit, Elfahmi menyebut kesempatan belajar telah membantunya memperbaiki taraf hidup.

“Saya adalah orang yang berubah nasibnya karena pendidikan. Orang tua saya dulu susah, tetapi karena mendapat kesempatan mengenyam pendidikan, alhamdulillah kehidupan saya menjadi lebih baik,” katanya.

Ia berharap Sekolah Rakyat benar-benar memberikan manfaat bagi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.

Menurut dia, keberhasilan program tidak cukup diukur dari pembangunan fasilitas, tetapi juga dari manfaat yang diterima anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Elfahmi turut mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anggaran pembangunan. Pengawasan diperlukan untuk memastikan dana yang dialokasikan digunakan sesuai peruntukan dan tidak disalahgunakan.

Baca Juga: Bukan Kekayaan, Indra Priawan Sebut Pendidikan dan Moral Jadi Warisan Terpenting Untuk Anak

“Kita berharap Sekolah Rakyat ini betul-betul dirasakan manfaatnya bagi masyarakat miskin, sehingga kualitas kehidupannya menjadi lebih baik. Anggaran pembangunan Sekolah Rakyat ini harus betul-betul dikawal, jangan sampai dikorupsi,” tegasnya.

Pemda dan Mahasiswa Diminta Ikut Mengawal

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Seluma sekaligus aktivis PGK, Hendri Satrio, menilai pemerintah daerah perlu mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat.

Dukungan tersebut dinilai penting agar anak-anak dari keluarga kurang mampu di Bengkulu memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Hendri menyebut program itu berpotensi menjadi salah satu upaya konkret untuk membantu masyarakat yang belum mendapatkan akses pendidikan memadai. Ia juga mengaitkannya dengan Asta Cita pemerintah.

“Sekolah Rakyat mungkin bisa menjadi jawaban konkret bagi saudara-saudara kita yang belum merasakan pendidikan yang layak. Hal ini sejalan dengan Asta Cita beliau. Pemerintah daerah harus menyambut program ini agar tidak ada lagi anak Bengkulu yang tidak dapat mengakses bangku pendidikan,” ujar Hendri.

Selain meminta dukungan pemerintah daerah, Hendri mendorong mahasiswa ikut mengawasi pelaksanaan program.

Peran mahasiswa diperlukan untuk membantu memastikan Sekolah Rakyat berjalan sesuai tujuan, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sekolah Rakyat pendidikan kemiskinan