Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Survei Voxpopuli, Prabowo Ungguli Ganjar, Anies Menambah Sedikit Dukungan dari Pemilih Berbasis NU

Dwi Setiyawan • Sabtu, 16 September 2023 | 00:07 WIB
Hasil survei Pilpres Voxpopuli Research Center. ANTARA/HO-Voxpopuli Research Center
Hasil survei Pilpres Voxpopuli Research Center. ANTARA/HO-Voxpopuli Research Center

RADARTUBAN.COM-Simulasi head-to-head Voxpopuli Research Center menempatkan bakal calon presiden (bacapres) Partai Gerindra Prabowo Subianto  lebih unggul dari bacapres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.
 
Dalam simulasi tersebut, Prabowo meraup lebih dari separo dukungan publik. Elektabilitasnya mencapai 52,3 persen.

Sedangkan Ganjar hanya 31,8 persen. Sisanya 15,9 persen tidak tahu/tidak jawab.

"Dalam simulasi dua nama capres head-to-head, Prabowo unggul telak mengalahkan Ganjar," kata Senior Voxpopuli Research Center Prijo Wasono Prijo Wasono dalam keterangan tertulisnya terkait hasil servei lembaganya, Jumat (15/9), sebagaimana dilansir dari ANTARA.

Survei Voxpopuli Research Center juga menempatkan tiga besar bacapres favorit. Prabowo Subianto kembali berada di posisi teratas. Elektabilitasnya mencapai 26,2 persen. Ganjar Pranowo 24,3 persen dan Anies Baswedan 16,1 persen

Prijo memaparkan, keunggulan Prabowo tercermin dari besarnya potensi migrasi para pemilih nama-nama capres lain di luar posisi tiga besar.
Mantan Danjen Kopassus itu berhasil meraup tambahan hingga 10,6 persen dari pencapaian elektabilitas pada simulasi banyak nama.

Dua figur rivalnya merebut sedikit tambahan elektabilitas. Ganjar meraup tambahan 6,8 persen dan Anies 4,5 persen.

"Prabowo masih menjadi pilihan alternatif jika hanya tersedia tiga kandidat yang berlaga,” ujarnya.

Sejauh ini poros koalisi Prabowo dan Ganjar belum memutuskan siapa nama bacawapres yang bakal mendampingi.

"Penentuan bacawapres berpotensi mengungkit elektabilitas, tetapi figur bacapres menjadi yang paling menentukan sebagai modal awal dukungan," kata dia.

Khusus pasangan Anies-Cak Imin, tambahan elektabilitas yang didapat Anies tidak hanya bersumber dari sosok cawapres yang elektabilitasnya masih di bawah satu persen.

"Anies bisa menambah dukungan dari pemilih berbasis NU, tetapi relatif sedikit yang berhasil dirangkul," tutur Prijo.

Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, lanjut dia, pemilih NU selalu menjadi rebutan kekuatan-kekuatan politik.

Menurut Prijo, kemunculan PKB pada masa reformasi menandai kebangkitan kembali politik aliran, di mana PKB diharapkan menjadi kendaraan politik utama NU.

Kenyataannya, pemilih nahdliyin tersebar ke banyak partai dan kandidat perorangan.

Prijo juga mengungkapkan resistensi sejumlah kalangan tokoh NU terhadap upaya Cak Imin menggiring gerbong NU ke kubu Anies.

Bahkan, jauh hari, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf sudah menyatakan perbedaan antara NU dan PKB. Juga menuding Cak Imin telah mencatut nama NU.

Lalu Yenny Wahid, puteri mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang kerap menuding Cak Imin telah mengudeta kepemimpinan Gus Dur di PKB. Yenny juga menemui Prabowo, beberapa hari setelah Anies-Cak Imin deklarasi.

Prijo menuturkan, meski relatif menikmati besarnya elektabilitas, Prabowo memerlukan figur cawapres yang tepat untuk menjaga dukungan koalisi serta memperbesar suara di luar wilayah basis kuat pendukungnya.

Dia mengungkapkan, tantangan lebih besar dihadapi kubu Ganjar. Itu karena sosok Ganjar tidak bisa memperluas dukungan secara signifikan.

"Jika pilpres berlangsung dua putaran, pemilih Anies cenderung mengalihkan suaranya kepada Prabowo ketimbang Ganjar," tuturnya.

Survei Voxpopuli Research Center berlangsung pada 1-7 September 2023. Respondennya 1.200 orang yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada 19 Oktober 2023 sampai dengan 25 November 2023.

Namun KPU berencana memajukan jadwal pendaftaran capres-cawapres, dari semula mulai 19 Oktober menjadi 10-16 Oktober. (ds)

Editor : Amin Fauzie
#cak imin #Survei Voxpopuli #ganjar #prabowo #calon presiden #anies #NU