Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Presiden Jokowi: Masyarakat Tidak Boleh Terbelah karena Pemilu

Dwi Setiyawan • Kamis, 21 September 2023 | 01:52 WIB
Presiden Jokowi menyalami pasukan KOKAM di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (20/9/2023). ANTARA/Aris Wasita
Presiden Jokowi menyalami pasukan KOKAM di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Rabu (20/9/2023). ANTARA/Aris Wasita

RADARTUBAN.COM-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar. Karena itu, masyarakat jangan terbelah karena pemilu.

"Perdamaian juga tidak boleh koyak, karena pemilu dan lompatan bangsa ini menuju kemajuan juga tidak boleh terhalang hanya karena perebutan kekuasaan," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/9), sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Dia mengatakan, dalam demokrasi perbedaan pilihan itu wajar. Adu argumentasi juga wajar.

Yang paling utama adalah persatuan dan kesatuan bangsa harus terjaga.

Kepala negara mengatakan, tantangan bangsa ke depan tidak mudah.

Meski demikian, tantangan tersebut dapat dijadikan peluang agar bangsa Indonesia terus maju asalkan ada konsistensi dan keberlanjutan.

"Jangan sampai saat ganti pemimpin, ganti visi, ganti orientasi, sehingga kita harus mulai dari awal lagi. Sudah SD, sudah SMP, sudah SMA ganti pemimpin ganti visi lagi sehingga mulai dari SD, SMP, SMA, kapan kita S-1, S-2, S-3 dan seterusnya," tutur Jokowi.

Joko menyampaikan, bangsa Indonesia butuh pemimpin yang konsisten dan berani mengambil keputusan.

"Berani ambil risiko, berani menghadapi siapa pun dan negara mana pun untuk kepentingan negara dan bangsa. Bangsa ini butuh memimpin yang mempersatukan, mampu melayani rakyat, mampu bekerja makro, mampu bekerja mikro, dan mampu bekerja detail karena tidak mungkin kita hanya berpikiran makro,’’ ujarnya tanpa menyebut figur dimaksud.

Sebelumnya, pada Rembuk Nasional Persaudaraan Solidaritas Merah Putih (Solmet) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/9), Jokowi menyerukan agar bangsa Indonesia mencari pemimpin yang mencintai negara dan rakyat.

"Tahun 2045, kita sudah masuk negara maju. Lihat nanti, tapi dengan catatan kita mendapatkan pemimpin yang benar, yang betul, yang cinta pada negara, rakyatnya, itu yang kita cari," kata mantan wali kota Solo itu.

Apabila dalam tiga periode kepemimpinan ke depan, yakni 2024, 2029, 2034, Indonesia bisa mendapatkan pemimpin yang benar, kata dia, maka Indonesia bisa melompat menjadi empat besar negara maju dunia.

"Oleh sebab itu, saya sampaikan hati-hati dalam menentukan kepemimpinan nasional 2024. Karena menyangkut 273 juta rakyat di 17 ribu pulau. Pada tiga periode kepemimpinan nasional ke depan ini sangat menentukan, di 2024, 2029, di 2034 ini sangat menentukan sekali," ujarnya. (ds)

Editor : Amin Fauzie
#pemilu #Joko Widodo #Jokowi