RADARTUBAN- Peluang untuk menduetkan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto masih menunggu dinamika politik yang terus berkembang sebelum pendaftaran capres-cawapres ke KPU.
Duet yang sekarang menjadi perhatian seluruh partai politik tersebut setidaknya menjawab isyarat pernyataan Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat yang menyebut nama baru dipertimbangkan untuk mendampingi Ganjar.
Sebagaimana dikutip dari JawaPos.Com, Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan, dirinya belum bisa menjawab peluang duet Prabowo-Ganjar.
Dia mengatakan, partainya masih melihat dinamika politik sebulan ke depan. Sebab, kondisi politik menjelang pilpres masing sangat dinamis.
Puan juga belum memastikan apakah wacana menduetkan dua tokoh itu bisa terjadi atau tidak.
Ketua DPR itu mengatakan, setiap partai memiliki kalkulasi dalam memutuskan langkah politik.
PDIP yang merupakan partai politik pendukung Ganjar juga memiliki perhitungan sendiri.
Apakah PDIP rela Ganjar menjadi cawapres Prabowo? Puan belum bisa menjawab dan masih menunggu perkembangan politik menjelang pendaftaran capres-cawapres ke KPU.
Muncul nama baru yang dipertimbangkan untuk menjadi bacawapres Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 disampaikan Djarot Saiful Hidayat, Kamis (21/9).
"Ada (nama lain), makanya tunggu saja," ujar Djarot di kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (21/9).
Munculnya nama baru tersebut membiaskan tiga nama yang lebih dulu mengemuka mendampingi Ganjar.
Ketiga nama tersebut Erick Thohir, Sandiaga Uno, Andika Perkasa, dan Mahfud MD.
Djarot tidak membocorkan nama baru yang berpeluang pendampingi Ganjar. Begitu juga latar belakangnya.
Sementara itu, bacapres Ganjar Pranowo mengatakan, peluang duet dirinya dengan Prabowo bisa saja terjadi.
Menurut dia, semua peluang bisa terjadi dalam politik sebelum penetapan dari KPU.
Apalagi, sampai saat ini partai politik pengusung dan pendukung Ganjar, yaitu PDIP, PPP, Partai Hanura, dan Partai Perindo, belum memutuskan bakal cawapres.
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, kondisi politik sangat dinamis.
Menjelang pendaftaran ke KPU, masih banyak hal yang mungkin terjadi. Saat ini, kata Dasco, Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri atas Partai Gerindra, PAN, Golkar, dan PBB sedang fokus menyusun program kerja bersama dalam menghadapi Pilpres 2024.
"Jadi, kami belum kepikiran sampai situ," ujarnya. (ds)
Editor : Amin Fauzie