Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menduetkan Ganjar dan Prabowo Masih Alot, Kedua Kubu Sama-Sama Tak Mau Mengalah Jadi Cawapres

Dwi Setiyawan • Sabtu, 23 September 2023 | 18:43 WIB
Arsip foto - Presiden Joko Widodo didamping Menhan Prabowo Subiyanto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, usai mengecek harga komoditas dan menyalurkan paket sembako pada para pedagang pasar Grogolan,
Arsip foto - Presiden Joko Widodo didamping Menhan Prabowo Subiyanto dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, usai mengecek harga komoditas dan menyalurkan paket sembako pada para pedagang pasar Grogolan,

RADARTUBAN-Menduetkan dua bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto mengemuka seiring menggelindingnya isu dua poros pasangan calon (paslon) pada Pilpres 2024.

Pasplon pilpres berikutnya yang lebih dulu mendeklarasikan diri adalah Anies Baswedan dan Muhaimin Iskadar.

Peluang menduetkan Ganjar dan Prabowo yang sama-sama memiliki tingkat elektoral yang tinggi tidaklah mudah.

Bisa diprediksi, kubu Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sama-sama tak mau mengalah untuk menjadi calon presiden (capres).

Seperti dikutip dari JawaPos.Com, kedua kubu masih sama-sama mengunggulkan jagoan masing-masing dalam posisi sebagai bacapres).

Seperti halnya disampaikan Sekretaris Tim Koordinasi Relawan Pemenangan Ganjar Pranowo, Deddy Yevri Hanteru Sitorus.

Dia mengatakan, pihaknya memberikan ruang seluas-luasnya kepada Prabowo untuk bergabung dengan PDIP.

Itu pun dengan syarat, Prabowo harus bersedia menjadi cawapres.

Deddy menyampaikan, pada intinya PDIP menghargai niat baik dan tawaran Gerindra.
Hanya saja, tawaran Ganjar menjadi cawapres Prabowo adalah hal yang mustahil.

"Sama mustahilnya berpikir bahwa Pak Prabowo akan bersedia menjadi cawapres (Ganjar)," ujar anggota Fraksi PDIP DPR RI itu.

Isyarat yang sama juga datang dari kubu Prabowo. Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, wacana bergabungnya PDIP dengan Gerindra akan menguatkan dukungan Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Tentu, wacana penggabungan tersebut tak lagi membahas capres. Itu karena Gerindra telah memutuskan Prabowo sebagai capres untuk Pilpres 2024.

‘’Kami di internal (Gerindra) sudah selesai melalui forum kami. (Gerindra) sudah memutuskan Pak Prabowo sebagai capres Gerindra,” kata dia.

Riza menyampaikan, selama belum diputuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU), masih memungkinkan untuk memikirkan dua poros dan menduetkan Prabowo-Ganjar.

Sementara itu, juru bicara PPP Usman Tokan menyebut konsentrasi partai-partai pengusung Ganjar sekarang ini fokus pada menarik dukungan masyarakat lewat kerja-kerja lapangan.

"Para ketum (parpol) yang bekerja sama (memenangkan Ganjar di Pilpres 2024) menginstruksikan kepada kami untuk fokus menggodok pemenangan Mas Ganjar," tuturnya kemarin.

Terkait bacawapres Ganjar, Usman mengatakan, sejauh ini nama-nama yang mengemuka masih terus digodok.

Dia bahkan menyebut pengumuman bacawapres Ganjar mungkin dilakukan pada menit-menit akhir menjelang pendaftaran capres-cawapres di KPU pada 19–25 Oktober mendatang.

"Akan last minute, yang penting uji publik (bacawapres Ganjar) terus dilakukan," imbuhnya.

Di kubu Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa diskusi mengenai cawapres Prabowo adalah chapter terakhir.

Dia mengungkapkan untuk menuju ke chapter tersebut tinggal satu-dua langkah lagi. (ds)

Editor : Amin Fauzie
#Pilpres 2024 #Bacapres #ganjar #prabowo