RADARTUBAN-Wakil presiden (wapres) RI harus memiliki kemampuan dan kualitas yang sama dengan presiden.
Pandangan tersebut disampaikan wakil presiden periode 2004–2009 dan periode 2014–2019 Muhammad Jusuf Kalla (JK).
"Orang itu salah kalau mikir wapres cuman ban serep. Iya benar cadangan kalau ada presidennya. Akan tetapi, kalau presiden berhalangan, yang turun ke lapangan wakil. Jadi, presiden dan wakil harus sama kualitasnya, bukan agar pelengkap saja, tidak," kata Jusuf Kalla, sebagaimana dikutip dari Antara.
Dia juga membuka pikiran masyarakat bahwa seorang wakil presiden setidaknya memiliki kemampuan dan pengalaman yang matang, berintegritas, dan mempunyai elektabilitas yang tinggi.
JK mengingatkan tidak tertutup kemungkinan wakil presiden bisa secara tiba-tiba harus naik menggantikan presidennya karena suatu hal yang mendesak.
"Jadi, jangan salah berpikir wapres itu hanya pelengkap, dia harus siap jadi presiden, buktinya Bu Mega. Gus Dur turun dia bersedia, Gus Dur hanya satu setengah tahun, dia tiga setengah tahun," ujar pengusaha kelahiran Makassar.
Karena itu, kata JK, seorang wakil presiden harus siap mengurus negara yang besar. Apalagi, jumlah rakyat Indonesia lebih dari 270 juta jiwa.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah memberikan sinyal Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka masuk dalam bursa bakal calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto. (ds)
Editor : Amin Fauzie