Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PDIP Sindir Jokowi, Hasto: Politik untuk Dedikasi Bangsa dan Negara, Bukan Kepentingan Keluarga

Dwi Setiyawan • Selasa, 24 Oktober 2023 | 13:56 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto. (Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto. (Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDI

RADARTUBAN- Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyindir politik dinasti yang dibangun Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akhir masa jabatannya. 

Itu tersirat dari pernyataannya, Senin (23/10), ketika dimintai tanggapan wartawan terkait deklarasi pasangan bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam kontestasi Pilpres 2024.

Hasto mengatakan, politik itu sejatinya digerakkan oleh dedikasi bagi bangsa dan negara, berjuang untuk rakyat, bukan bagi kepentingan keluarga.

Menurut dia, kalau mandat rakyat untuk kepentingan seluruh bangsa dan negara dibelokkan menjadi ambisi, maka semua wajib bergerak dengan penuh keyakinan. Terlebih, Ganjar-Mahfud MD berpihak pada kebenaran.

“PDI Perjuangan adalah partai banteng, semakin ditekan semakin semangat. Munculnya Prabowo-Gibran justru akan menjadi kontrasting dengan Ganjar-Mahfud MD,” tegas politikus asal Jogjakarta itu, sebagaimana dikutip dari Antara. 

Hasto menyebut kontrasting alias kebalikan itu terutama karena Ganjar-Mahfud dikenal sebagai figur yang visioner, punya nyali, dan perpaduan antara harapan percepatan daya unggul bangsa dan ketegasan dalam menegakkan keadilan.

Dia mengatakan, pasca-penetapan Prabowo-Gibran, PDI Perjuangan semakin bergerak cepat, lebih mantap, dan semakin semangat. 

Menurut dia, posisi Mahfud sebagai pendekar hukum dan pembela wong cilik menjadi semangat antikorupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang lahir kembali dengan daya semangat yang lebih besar.

 

Dia meyakini PDI Perjuangan bersama PPP, Perindo, dan Partai Hanura serta relawan melewati jalan politik yang dibimbing oleh nilai moral dan etika politik.

 

“Namun pada saat bersamaan kami meyakini bahwa Ganjar Pranowo-Mahfud MD semakin mantap berkontestasi, bertarung dalam gagasan bagi daya unggul bangsa di masa depan, dan memiliki nyali karena berdiri kokoh dalam tuntunan mata hati rakyat,” ujar politikus jebolan UGM itu. 

Hasto juga menyinggung perjuangan partainya memberikan dukungan penuh kepada Gibran yang sebelumnya bergiat sebagai pemilik usaha penganan dan beberapa bisnis lain saat maju pada kontestasi Pilkada Solo pada 2021.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal capres Prabowo Subianto mengumumkan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo sekaligus wali kota Solo, sebagai bakal cawapres Koalisi Indonesia Maju pada Pilpres 2024.

Gibran Rakabuming Raka memberikan pernyataan terkait statusnya sebagai kader PDI Perjuangan, Senin (23/10). 

"(Soal) Itu, biar pimpinan saja yang (beri) statement, makasih," kata dia. 

Dia enggan menjelaskan lebih detail terkait statusnya di PDI Perjuangan. Meski demikian, dia mengaku sudah bertemu dengan pengurus partai pekan lalu.

 

Bahkan, Gibran juga mengaku sudah bertemu dengan Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Presiden Arsjad Rasjid.

"Sudah ketemu dengan Pak Arsjad juga," tambahnya.

 

Sementara itu, disinggung terkait ucapan selamat dari bakal capres Ganjar Pranowo, Gibran menyampaikan terima kasihnya.

"Matur nuwun, Pak Ganjar," kata Gibran. Dia memastikan akan bertanding secara adil pada Pilpres 2024.

 

Terkait adanya keraguan sejumlah pihak terkait dirinya yang dianggap belum layak menjadi bakal cawapres, Gibran menyerahkan penilaian tersebut sepenuhnya kepada masyarakat. "Iya, pasti. Monggo, biar warga yang menilai," katanya.

 

Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta F. X. Hadi Rudyatmo mengatakan kader yang sudah diumumkan menjadi kader partai lain secara otomatis sudah keluar dari partai banteng.

 

"Ya, otomatis, tho. Kalau sudah dari partai A ke partai B, berarti anggota partai B. (Status di) Partai A-nya tergantung beliau sendiri," ujar Rudy.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#pdi perjuangan #hasto kristiyanto #gerindra #Pilpres 2024 #politik dinasti #ganjar #prabowo #gibran #Mahfud #Jokowi