Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pemilu AS di Mata Investor, Dampak Kebijakan Fiskal Prabowo terhadap Ekonomi Indonesia

Riyan Prasetyo • Rabu, 10 Juli 2024 | 14:05 WIB
Menteri Pertahanan yang juga Presiden Terpilih Prabowo Subianto berpose silat saat menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/7).
Menteri Pertahanan yang juga Presiden Terpilih Prabowo Subianto berpose silat saat menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/7).

RADARTUBAN-The Fed belum percaya diri memangkas suku bunga beracuan pada Fed Funds Rate sebelum inflasi AS menyentuh 2 persen. Itu seiring kian dekatnya pemilihan Amerika Serikat.

Para investor global masih tertuju pada perkembangan Amerika Serikat.

Di tengah ketidakpastian politik global saat ini, kebijakan fiskal yang akan diusung calon presiden Prabowo juga menjadi sorotan para investor.

“Ketidakpastian yang kuat mempengaruhi pasar keuangan global termasuk nilai tukar rupiah. Selain perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, pemilu di negri paman sam tersebut turut mempengaruhi langkah Bank Sentral yang mencermati arah kebijakan presiden terpilih” ujar Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management Genta Wira Anjalu dikutip dari cnbc indonesia.com, Senin (8/7).

Pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan digelar pada November memicu keresahan dari investor.

Kondisi dinamis memengaruhi kebijakan ekonomi internasional. Pada gilirannya akan berdampak pada ekonomi global termasuk Indonesia.

Kebijakan fiskal calon presiden Prabowo Subianto menjadi perhatian, dalam visi misi kampanyenya akan meningkatkan pembangunan, reformasi pajak, dan pengurangan defisit anggaran.

Prabowo berkeinginan melakukan investasi asing melalui insentif dan kebijakan yang pro-bisnis.

Dampak kebijakan fiskal Prabowo yang mendukung investasi akan memperbaiki perekonomian Indonesia seperti membuat daya saing dan membuka lapangan kerja.

Namun, ada keresahan bahwa dengan pengurangan defisit anggaran akan mengganggu pelayanan publik yang lain.

Investor tetap memantau bagaimana perkembangan ekonomi. Kebijakan fiksal yang akan dibawa Prabowo dalam jangka panjang diperhitungkan karena memengaruhi siklus ekonomi.

“Investor asing menggarisbawahi kekhawatiran mereka terhadap pelemahan kurs rupiah. Selain itu juga mereka juga mengambil sikap wait and see menunggu susunan pemerintahan baru dan juga kebijakan ekonomi,” ujar Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dikutip dari liputan6.com, Senin (8/7).

Investor asing juga menunggu arah pemerintahan Prabowo. Termasuk kebijakan ekonomi yang akan dijalankan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#investor global #inflasi AS #pemilu as #ekonomi indonesia #Kebijakan Fiskal Prabowo #memangkas suku bunga #the fed