Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sama seperti Periode Sebelumnya Hanya Terbentuk Enam Fraksi di DPRD Tuban

M. Mahfudz Muntaha • Selasa, 3 September 2024 | 22:23 WIB

Pimpinan sidang sementara meminpin rapat paripurna pembahasan tata tertib DPRD Tuban.
Pimpinan sidang sementara meminpin rapat paripurna pembahasan tata tertib DPRD Tuban.

RADARTUBAN – Sepuluh hari pas­­ca dilantik, kemarin (2/9) anggota DPRD Tuban meng­gelar rapat paripurna per­dana.

Agendanya, Pemben­tukan Tata Tertib DPRD Tuban Pe­riode 2024-2029. Salah sa­tunya, menyepakati pe­nyu­sunan dan nama-nama fraksi.

Bertempat di ruang sidang paripurna, rapat awalan ini masih dipimpin oleh Ketua DPRD sementara.

Hasil rapat, jumlah fraksi tidak ada perubahan dari pe­riode sebelumnya. Yakni, enam fraksi. Perubahan ha­nya pada kom­posisi anggota. Periode sebe­lumnya, dari enam fraksi yang terbentuk, tiga di antaranya merupakan gabungan fraksi, yakni Fraksi PKB yang terdiri PKB (16 kursi), Hanura (1 kursi), dan PBB (1 kursi).

Kemudian Fraksi Fraksi Demokrat Ke­adilan Sejahtera yang meru­pakan gabungan Demokrat (5 kursi) dan PKS (1 kursi).

Lalu, Fraksi Restorasi Ama­nat Pembangunan meliputi Partai Nasdem (2 kursi), PAN (3 kursi), dan PPP (2 kursi). Adapun Golkar, PDIP, dan Gerindra, masing-ma­sing membentuk fraksi sendiri.

Sementara pada periode 2024–2029 ini hanya ada satu fraksi gabungan, yakni Fraksi Demokrat Amanat Pemba­ngu­nan (FDAP) yang terdiri dari Demokrat (3 kursi), PAN (1 kursi), dan PPP (2 kursi). Fraksi ini di­ketuai Imam Sutiono dari Partai Demokrat.

Sedangkan parpol lain me­milih membentuk fraksi sendiri. Yakni, Fraksi Ge­rindra diketuai Elis Yua­nita Dewi dan Fraksi Nasdem diketuai Sigit Ari Wijaya.

Ma­sing-ma­sing me­miliki empat kursi—yang men­jadi syarat minimal membentuk fraksi. Be­rikutnya, Fraksi Golkar (20 kursi) diketuai Suratmin, Fraksi PKB (11 kursi) diketua Mukson, dan Fraksi PDIP (5 kursi) diketuai Tulus Setyo Utomo.

Ketua Fraksi FDAP Imam Su­tiyono mengatakan, ber­ga­bung­nya Demo­krat, PAN, dan PPP dalam satu fraksi didasari nasib yang sama.

Yakni, sama-sama tidak me­­miliki kursi yang cukup untuk membikin fraksi sen­diri, yakni minimal em­pat kursi. Se­hingga, tidak ada pilihan lain kecuali mem­bentuk fraksi ga­bungan.

‘’Al­hamdulilah dengan ber­bagai per­timba­ngan dan bebe­rapa kesamaan, akhir­nya ka­mi sepakat untuk mem­ben­tuk fraksi sendiri dengan nama Fraksi Demo­krat Amanat Pem­bangunan,’’ ujarnya.

Selain itu, lanjut Imam, ber­ga­bungnya ketiga parpol juga tidak lepas dari hubu­ngannya selama. Disam­paikan dia, hu­bungan Partai Demokrat de­ngan PAN dan PPP cukup baik. Se­­hingga, tidak mem­­butuhkan waktu pan­jang untuk menya­makan persepsi.

‘’Ketika me­la­kukan komunikasi (dengan PAN dan PPP, Red) langsung disepakati—membentuk fraksi gabungan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Tuban M. Miyadi me­ngatakan, dipilihnya Mukson sebagai Ketua Fraksi PKB karena pertimbangan senio­ri­tas.

Dibanding anggota DPRD dari PKB lainnya, po­litikus gaek dari dapil 4 (Singga­han, Bangilan, Se­nori, Parengan) itu meru­pakan sosok paling senior di PKB.

‘’Terpilihnya Pak Mukson ini sudah dise­pakati oleh anggota lain di Fraksi PKB,’’ tandasnya.

Sekretaris DPC Gerindra Lutfi Firmansyah menyam­paikan, di­pilihnya Elis Yua­nita Dewi sebagai Ketua Fraksi Gerindra merupakan kebija­kan dari DPP Gerindra. ‘’Anggota tinggal me­lak­sa­nakan,’’ tukasnya. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#miyadi #gerindra #Golkar #Fraksi #hanura #DPRD Tuban #pbb #PDIP #PKB