RADARTUBAN – Sepuluh hari pasca dilantik, kemarin (2/9) anggota DPRD Tuban menggelar rapat paripurna perdana.
Agendanya, Pembentukan Tata Tertib DPRD Tuban Periode 2024-2029. Salah satunya, menyepakati penyusunan dan nama-nama fraksi.
Bertempat di ruang sidang paripurna, rapat awalan ini masih dipimpin oleh Ketua DPRD sementara.
Hasil rapat, jumlah fraksi tidak ada perubahan dari periode sebelumnya. Yakni, enam fraksi. Perubahan hanya pada komposisi anggota. Periode sebelumnya, dari enam fraksi yang terbentuk, tiga di antaranya merupakan gabungan fraksi, yakni Fraksi PKB yang terdiri PKB (16 kursi), Hanura (1 kursi), dan PBB (1 kursi).
Kemudian Fraksi Fraksi Demokrat Keadilan Sejahtera yang merupakan gabungan Demokrat (5 kursi) dan PKS (1 kursi).
Lalu, Fraksi Restorasi Amanat Pembangunan meliputi Partai Nasdem (2 kursi), PAN (3 kursi), dan PPP (2 kursi). Adapun Golkar, PDIP, dan Gerindra, masing-masing membentuk fraksi sendiri.
Sementara pada periode 2024–2029 ini hanya ada satu fraksi gabungan, yakni Fraksi Demokrat Amanat Pembangunan (FDAP) yang terdiri dari Demokrat (3 kursi), PAN (1 kursi), dan PPP (2 kursi). Fraksi ini diketuai Imam Sutiono dari Partai Demokrat.
Sedangkan parpol lain memilih membentuk fraksi sendiri. Yakni, Fraksi Gerindra diketuai Elis Yuanita Dewi dan Fraksi Nasdem diketuai Sigit Ari Wijaya.
Masing-masing memiliki empat kursi—yang menjadi syarat minimal membentuk fraksi. Berikutnya, Fraksi Golkar (20 kursi) diketuai Suratmin, Fraksi PKB (11 kursi) diketua Mukson, dan Fraksi PDIP (5 kursi) diketuai Tulus Setyo Utomo.
Ketua Fraksi FDAP Imam Sutiyono mengatakan, bergabungnya Demokrat, PAN, dan PPP dalam satu fraksi didasari nasib yang sama.
Yakni, sama-sama tidak memiliki kursi yang cukup untuk membikin fraksi sendiri, yakni minimal empat kursi. Sehingga, tidak ada pilihan lain kecuali membentuk fraksi gabungan.
‘’Alhamdulilah dengan berbagai pertimbangan dan beberapa kesamaan, akhirnya kami sepakat untuk membentuk fraksi sendiri dengan nama Fraksi Demokrat Amanat Pembangunan,’’ ujarnya.
Selain itu, lanjut Imam, bergabungnya ketiga parpol juga tidak lepas dari hubungannya selama. Disampaikan dia, hubungan Partai Demokrat dengan PAN dan PPP cukup baik. Sehingga, tidak membutuhkan waktu panjang untuk menyamakan persepsi.
‘’Ketika melakukan komunikasi (dengan PAN dan PPP, Red) langsung disepakati—membentuk fraksi gabungan,’’ ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Tuban M. Miyadi mengatakan, dipilihnya Mukson sebagai Ketua Fraksi PKB karena pertimbangan senioritas.
Dibanding anggota DPRD dari PKB lainnya, politikus gaek dari dapil 4 (Singgahan, Bangilan, Senori, Parengan) itu merupakan sosok paling senior di PKB.
‘’Terpilihnya Pak Mukson ini sudah disepakati oleh anggota lain di Fraksi PKB,’’ tandasnya.
Sekretaris DPC Gerindra Lutfi Firmansyah menyampaikan, dipilihnya Elis Yuanita Dewi sebagai Ketua Fraksi Gerindra merupakan kebijakan dari DPP Gerindra. ‘’Anggota tinggal melaksanakan,’’ tukasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama