Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ajak Berpesta Demokrasi Dengan Damai, Pengamat Nilai Penampilan Khofifah-Emil di Debat Pamungkas Luar Biasa

radar tuban digital • Rabu, 20 November 2024 | 02:51 WIB

 

Khofifah bersama Emil saat diajak foto bersama pendukung dan relawan usai debat Pilgub Jatim.
Khofifah bersama Emil saat diajak foto bersama pendukung dan relawan usai debat Pilgub Jatim.

RADARTUBAN - Mengakhiri debat Pilgub ketiga, Khofifah Indar Parawansa, pasangan calon gubernur Jawa Timur nomor dua mendukung penyelenggaraan pesta demokrasi berjalan damai.

Dia mengajak masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya dengan pergi bersama sama ke TPS pada tanggal 27 November 2024 mendatang.

Tak hanya itu, setelah hampir dua bulan menjalani masa kampanye, Khofifah menyampaikan permohonan maaf pada seluruh masyarakat yang aktivitasnya terganggu karena ada kegiatan kampanye Khofifah-Emil baik di pasar, di kawasan publik ataupun di tempat lain.

“Secara khusus kami mengajak seluruh relawan antar paslon untuk membangun suasana kondusif saat pilkada serentak. Dan kami bersama dengan elemen masyarakat Jatim, yang barangkali aktivitasnya terganggu karena ada kampanye atau saat blusukan menimbulkan dampak kelancaran lalu lintas dan seterusnya kami mohon maaf,” kata Khofifah.

“Mari gunakan hak pilih kita bersama pada tanggal 27 November 2024 mendatang dengan bersama-sama datang ke TPS,” pungkas Khofifah.

 

Sementara itu, Pengamat Politik Citra Institute, Yusak Farhan mengatakan, rekam jejak kinerja Khofifah-Emil pada periode pertama berhasil menghadirkan dampak positif elektoral besar. Keduanya makin jadi pilihan lantaran kinerjanya sudah banyak dirasakan.

Pasangan Calon nomor urut 2 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak tampil gemilang pada debat pamungkas Pilgub Jatim 2024.

Khofifah-Emil dinilai memiliki kompetensi mumpuni dan pengalaman yang sudah terbukti.

"Pasangan Khofifah-Emil paling lengkap karena sudah berpengalaman sebagai incumbent. Jadi dibanding dua paslon lainnya,” kata Yusak.

Menurut dia, pasangan petahana ini begitu menguasai setiap materi maupun persoalan yang menjadi tema utama dalam debat. Hal demikian tentunya begitu berhasil memantik dukungan dari banyak kalangan.

Lebih dari itu, dia menilai, menyoal pembangunan infrastruktur, Khofifah-Emil tentu sudah jauh lebih unggul. Lantaran keduanya telah melakukan kerja nyata selama lima tahun menakhodai Pemerintahan Jawa Timur.

Maka demikian, dia mengungkapkan, keterpilihan Khofifah-Emil tentu semakin kuat menjelang waktu pencoblosan. Bahkan turut membuka ruang luas raihan kemenangan untuk melanjutkan kepemimpinan untuk periode yang kedua.

“Saya kira kalau bicara infrastruktur dan interkonektivitas di Jawa Timur bukan hanya berbasis teori tapi sudah pengalaman,” pungkasnya.

Sedangkan Pemprov Jatim, ditegaskan Khofifah sudah melakukan penyiapan pengolahan limbah yang lebih advance yaitu untuk pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Kami sudah menyiapkan pengolahan limbah B3 di Dawarblandong dan sudah berjalan selama dua tahun ini. Kami sampaikan bahwa persoalan sampah harus diatasi bersama,” tegas Khofifah.

Maka, kuncinya ditegaskan Khofifah adalah edukasi masyarakat. Agar pengelolaan sampah menjadi rupiah, menjadikan sampah menjadi berkah, adalah kesadaran bersama.

“Saat ini di Jatim ada 5.103 bank sampah, kita memiliki 351 tempat pembagian sampah yang sudah masuk kategori 3R, ada 241 rumah kompos di Jatim dan 2.377 TPS,” ujarnya.

Dan saat ini kemampuan Jatim dalam melakukan pengelolaan sampah juga terus meningkat. Dimana saat ini di Jatim sudah ada sebanyak 3,8 juta ton sampah yang bisa dikelola Jatim.

“Bahkan kita sudah ada sebanyak 50 TPA yang sudah sanitary landfill, kerjasama dengan berbagai negara dunia,” pungkas Khofifah.

Di sisi lain Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 2 Emil Elestianto Dardak juga menyampaikan tegas bahwa Pemprov Jatim di kepemimpinan Khofifah Emil periode pertama telah meninggalkan banyak legacy dalam hal infrastruktur.

Salah satunya komitmennya memperluas jaringan transportasi kereta api di Jawa Timur, termasuk Pulau Madura. Dia menyebut langkah awal berupa studi kelayakan telah dirintis bersama Kementerian Perhubungan.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan merintis studi kelayakan. Bahkan, kami sudah bersurat kepada Kementerian bahwa prioritas kami berikutnya adalah kereta di Madura,” ujar Emil.

Emil mengungkapkan keberhasilan memperbaiki jalur kereta api di wilayah lain, seperti penambahan trek di Surabaya. Dia menjelaskan proyek ini melibatkan dana besar dan dukungan langsung dari pemerintah pusat.

Tak hanya itu Emil menegaskan bahwa salah satu capaian pembangunan infrastruktur di Jatim adalah segera tersambungnya jalan tol Probolinggo - Banyuwangi. 

“Kami mengawali informasi dengan koreksi bahwa tol yang akan dibangun di Probolinggo - Banyuwangi sementara akan diselesaikan sampai Besuki, bukan sampai Banyuwangi,” tegas Emil.

Karena realitasnya diketahui bahwa ada tekanan finansial yang kuat pada perusahaan konsesi jalan tol. Namun meski hanya selesai hingga Besuki, bukan berarti menjadi kabar sedih bagi masyarakat. 

“Exit tol dari besuki ini artinya exit tol bisa langsung akses ke Bondowoso terus ke Jember atau terus ke Situbondo dan Asembagus,” kata Emil. 

Bahkan Emil juga sudah turun ke masyarakat di kawasan Situbondo dan pelaku UMKM di Bondowoso. Dan mereka dikatakan Emil sangat antusias untuk mengembangkan wisata Arak-Arak di Bondowoso yang tak jauh dari exit tol.

“Dan sejauh ini keberadaan exit tol selalu membuka ruang industri padat karya untuk berkembang. Pembangunan jalan tol selalu membangun peluang baru tinggal kita mengembangkan fasilitas yang memadai,” tegasnya.

Adapun untuk pembangunan jalan Gresik ke Tuban dan Probolinggo dan Lumajang, dikatakan Emil memang Pemprov Jatim memilih untuk memprioritaskan pelebaran jalan Probolinggo Lumajang.

“Justru kami yang berpengalaman dan pengelolaan jalan tol di tingkat pusat akan memakan waktu maka kita prioritaskan untuk pelebaran jalan nasional di Probolinggo Lumajang,” pungkasnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#emil elistianto dardak #pilgub #debat #Khofifah Indar Parawansa