RADARTUBAN - Bestari Barus, mantan kader Partai Nasdem, resmi bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah sebelumnya dia bertemu dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Bestari mengaku menyampaikan niatnya langsung kepada Jokowi dan mendapat respon positif dari beliau.
Bestari didampingi Ahmad Ali, mantan Wakil Ketua Umum Nasdem yang juga bergabung ke PSI.
Menurut Bestari, salah satu faktor yang mendorongnya pindah ke PSI adalah pidato inspiratif Jokowi di Kongres PSI yang menegaskan komitmen pengabdiannya meski sudah pensiun dari jabatan pemerintahan.
Sementara itu, Ahmad Ali menyatakan bahwa PSI adalah partai masa depan dan ia merasa hubungan yang kuat dengan kader PSI membuat langkah berpindah menjadi alami.
Ahmad Ali juga mengakui belum sempat berpamitan langsung kepada Ketua Umum Nasdem Surya Paloh sebelum bergabung ke PSI.
Pengurus Dewan Pimpinan Pusat PSI periode 2025-2030 diumumkan pada Jumat (26/9) di Jakarta, di mana Ahmad Ali ditunjuk sebagai Ketua Harian dan Bestari Barus sebagai Ketua Bidang Politik.
Keputusan mereka pindah dianggap bukti bagusnya kaderisasi Nasdem oleh Sekjen Nasdem, Hermawi Taslim, meski mereka otomatis kehilangan hak keanggotaan Nasdem setelah bergabung ke partai lain.
Bestari dan Ahmad Ali disebut gagal dalam Pemilu Legislatif 2024, dan Nasdem menyatakan senang karena kadernya tetap diakui oleh partai lain, termasuk PSI yang belum lolos ambang batas parlemen.
Dengan bergabungnya eks kader Nasdem tersebut, PSI memperkuat struktur dan menunjukkan visinya sebagai partai masa depan yang mendapat perhatian dari tokoh-tokoh penting di tanah air. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama