RADARTUBAN – Tujuh bakal calon (bacalon) ketua DPC PKB Tuban kini berada dalam fase penentuan. Menjelang jadwal uji kelayakan pada Jumat (10/4) dan Sabtu (11/4), ketegangan tak terhindarkan.
Siapa yang akan dipilih, mulai mengerucut seiring sinyal arah kebijakan dari pusat partai.
Petunjuk itu setidaknya disampaikan sebelumnya Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar. Dalam sambutan pembukaan musyawarah cabang (muscab), dia menegaskan arah politik PKB bertumpu pada kepemimpinan.
“Pemimpin yang dibutuhkan PKB bukan yang paling keras suaranya, tapi yang jelas arahnya dan paling berani bertanggung jawab,” ujarnya di hadapan kader PKB Tuban.
Baca Juga: Muscab PKB Tuban Dinamis, Kandidat Ketua DPC Bertambah Jadi Tujuh
Kriteria tersebut menjadi isyarat penting dalam proses seleksi. Tidak sekadar popularitas atau kekuatan retorika, namun juga ketegasan arah dan keberanian mengambil tanggung jawab menjadi penentu.
Selain itu, pria yang akrab disapa Gus Halim itu juga mengingatkan pentingnya keberpihakan kader terhadap lembaga keagamaan Islam.
Mulai dari taman pendidikan Alquran hingga Nahdlatul Ulama di semua tingkatan, dari desa hingga kabupaten. Hal itu, menurutnya, menjadi bahan evaluasi sekaligus koreksi bagi kader PKB.
PKB, lanjutnya, merupakan partai kaderisasi. Karena itu, setelah struktur kepengurusan terbentuk ketua, sekretaris, dan bendahara, penguatan kader akan berlanjut melalui proses kaderisasi di tingkat pusat.
“Kaderisasi di daerah juga harus dikuatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Tuban Miyadi yang juga masuk dalam bursa calon menegaskan bahwa seluruh proses penentuan diserahkan kepada dewan pengurus pusat (DPP).
Dia menyebut, kader di daerah siap menerima keputusan apa pun yang ditetapkan.
“Kami sebagai perangkat partai yang diberi tugas, sepenuhnya menyerahkan kepada DPP. Kami yakin DPP akan memilih kader terbaik untuk Tuban,” ujarnya.(fud/ds)