RADARTUBAN - Mantan Presiden Ke-5 Sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir kondisi Indonesia yang masih "poco-poco" alias acak tanpa arah jelas.
Berbeda dengan China yang sudah menyusun rancangan pembangunan hingga 200 tahun ke depan.
Dalam sambutannya saat Pengukuhan Gelar Profesor Emeritus untuk Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, pada Sabtu (2/5), Megawati menyoroti kemajuan China yang dulunya hanya dikenal sebagai tirai bambu.
Baca Juga: Megawati Raih Doktor Kehormatan dari Universitas Perempuan Terbesar Dunia di Riyadh Arab Saudi
Dia mengatakan, China berhasil maju karena serius membangun nation and character building, sementara Indonesia kini seperti "poco-poco, enggak ada deh, pokoknya mau-maunya sendiri".
Megawati juga berbagi pengalaman korespondensi dengan Presiden China Xi Jinping, di mana Xi selalu diminta memikirkan masa depan negaranya hingga 100 tahun saat kongres partai.
Megawati mempertanyakan mengapa Indonesia tidak bisa merancang masa depan seperti China, termasuk soal ketahanan pangan.
"Jadi, China sudah punya rencana untuk 200 tahun ke depan. Lah mbok kita tuh mikir toh yo, orang pinter untuk apa?" tanyanya. Seperti dikutip dari sumber Kompas.com
Ketua Umum PDI Perjuangan ini juga menyinggung isu revisi RUU Pemilu yang mandek di DPR dan berpotensi diambil alih pemerintah, yang makin menunjukkan kondisi negara yang "poco-poco". (*)
Editor : Yudha Satria Aditama