RADARTUBAN - Perjalanan hidup mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah berada di bawah sorotan tajam publik.
Pria yang dulunya dipuja sebagai arsitek berprestasi dan politikus gaul berprestasi tersebut kini harus menghadapi rentetan ujian berat yang datang secara bersamaan.
Mulai dari kekalahan politik, keterlibatan nama dalam pengusutan kasus dugaan korupsi, hingga keretakan rumah tangga yang telah dibina selama 29 tahun.
Fenomena kejatuhan dan dinamika pasang surut kehidupan pimpinan daerah ini dibahas secara komprehensif oleh presenter Rory Asyari melalui tayangan di saluran YouTube miliknya.
Dalam ulasan tersebut, Rory membedah bagaimana sosok yang digadang-gadang menjadi calon pemimpin masa depan bangsa bisa terjerembap dalam badai persoalan yang begitu kompleks.
Baca Juga: PA Bandung Resmi Tetapkan Arkana Aidan Misbach sebagai Anak Angkat Ridwan Kamil
"Dikenal sebagai pemimpin daerah gaul, politisi lurus, dan arsitek berprestasi, tapi belakangan diterpa tuduhan dan masalah bertubi-tubi. Kenapa orang yang digadang-gadang jadi kandidat pemimpin negeri ini jatuh terjerembap? What actually happened?" ujar Rory Asyari saat membuka ulasannya mengenai fenomena yang dialami Ridwan Kamil.
Puncak gelombang ujian ini diawali dari ranah politik. Setelah masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat usai, Ridwan Kamil melangkah ke panggung Pilkada DKI Jakarta 2024 berpasangan dengan Suswono.
Kendati disokong oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus serta mendapat dukungan penuh dari figur politik besar, hasil penghitungan suara justru memenangkan pasangan Pramono Anung-Rano Karno.
Kekalahan mendadak ini menjadi pukulan telak pertama bagi perjalanan karier politiknya yang sebelumnya selalu berjalan mulus.
Tidak berhenti di situ, tekanan hukum dan persoalan finansial ikut membayangi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023.
Mengingat posisi Bank BJB sebagai BUMD di bawah pengawasan Gubernur Jawa Barat kala itu, nama Ridwan Kamil pun terseret dan ia sempat diperiksa selama lebih dari lima jam sebagai saksi.
KPK bahkan mendalami Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya terkait dugaan aliran dana ke beberapa pihak.
Pencapaian dan nama baik yang dibangun berpuluh-puluh tahun kian terguncang ketika ranah pribadinya ikut dihantam badai. Gugatan cerai yang dilayangkan oleh sang istri, Atalia Praratya, di Pengadilan Agama Bandung seolah menjadi puncak dari segala cobaan. Pernikahan yang dimulai sejak 1994 dan selalu tampak harmonis di media sosial itu terancam kandas di tengah diterpanya berbagai isu miring.
"Semakin tinggi posisi, semakin besar tanggung jawab. Saat karier naik, godaan juga semakin besar, uang, kekuasaan, popularitas. Hidup bisa berubah dalam sekejap, kesuksesan bisa hilang, keluarga bisa hancur, nama baik bisa ternoda. Yang abadi adalah karakter dan integritas," tutur Rory menegaskan pelajaran mendasar dari perjalanan hidup tersebut.
Baca Juga: Gugatan Cerai Atalia Praratya terhadap Ridwan Kamil Masuki Tahap Putusan
Rekam jejak Ridwan Kamil sendiri sebenarnya dipenuhi oleh kerja keras luar biasa. Lulusan ITB dan UC Berkeley ini pernah merasakan menjadi pekerja migran ilegal hingga korban PHK saat krisis ekonomi di Amerika Serikat.
Namun berkat keahliannya, ia berhasil mendirikan firma arsitektur Urbane dan merancang karya monumental seperti Museum Tsunami Aceh hingga Masjid Syaikh Ajlin di Gaza.
Keberhasilan itu yang kemudian memuluskan jalannya meraih kursi Wali Kota Bandung pada 2013 dan Gubernur Jawa Barat pada 2018.
Meski kini berada di titik terendah dalam dinamika kehidupannya, modal keahlian arsitektur dan pengalaman kepemimpinan yang dimiliki Ridwan Kamil tetap menjadi rekam jejak nyata.
Publik kini menanti apakah ia mampu bangkit menata ulang kehidupannya dari keterpurukan ini atau peristiwa ini menjadi babak akhir dari panggung politiknya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni