Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Wapres: Harus Bersikap Negarawan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 16:30 WIB
Rocky Gerung ungkap akan tetap melontarkan kritik pedas terhadap dinamika tata kelola kekuasaan nasional meski menjadi Watimpres. (Tangkapan layar Youtube AkbarFaisalUncensored)
Rocky Gerung ungkap akan tetap melontarkan kritik pedas terhadap dinamika tata kelola kekuasaan nasional meski menjadi Watimpres. (Tangkapan layar Youtube AkbarFaisalUncensored)

RADARTUBAN – Rocky Gerung menyarankan Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden RI di tengah polemik dokumen pendidikan yang kembali menjadi sorotan setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu menilai pengunduran diri dapat menjadi langkah yang menunjukkan sikap kenegarawanan sekaligus meredakan kegelisahan publik.

Dia menyampaikan pandangan tersebut dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, Jumat (9/10).

Baca Juga: Rocky Gerung Tetap Kritis Setelah Jadi Wantimpres, Singgung Korupsi dan Posisi Gibran

Rocky menegaskan, persoalan yang menyeret nama Gibran tidak semestinya turut membebani Presiden Prabowo Subianto.

Menurut dia, perlu ada langkah untuk mencegah polemik semakin meluas dan memicu gejolak di masyarakat.

Rocky Nilai Pengunduran Diri Bisa Redakan Polemik

Rocky menyoroti putusan MK dalam perkara yang mempersoalkan persyaratan pendidikan Gibran saat maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan dengan pendidikan minimal SMA atau sederajat.

Meski demikian, MK tidak mengabulkan permohonan untuk mendiskualifikasi Gibran dari jabatan wakil presiden.

Putusan tersebut kemudian memunculkan beragam tanggapan mengenai tindak lanjut persoalan dokumen pendidikan tersebut.

Rocky menilai situasi itu perlu disikapi dengan langkah politik yang mampu meredakan ketegangan.

"Hari-hari ini semua orang gelisah. Nah, beban psikologi itu yang mau saya cairkan. Karena itu, di dalam pikiran saya, alangkah elegannya kalau Gibran mengundurkan diri," kata Rocky.

Menurutnya, sikap tersebut berkaitan dengan tanggung jawab seorang pejabat publik ketika menghadapi persoalan yang menjadi perhatian luas.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga agar polemik tidak menyeret Presiden Prabowo ke dalam persoalan tersebut.

Rocky kemudian menyampaikan pesan kepada Gibran agar menunjukkan sikap kenegarawanan dalam menghadapi situasi itu. 

Rocky Minta DPR Tindak Lanjuti Putusan MK

Selain menyarankan Gibran mengundurkan diri, Rocky mendorong DPR RI menindaklanjuti persoalan yang muncul setelah putusan MK.

Menurut dia, lembaga legislatif perlu mencermati persoalan tersebut agar tidak terus menjadi polemik di ruang publik.

Rocky memandang MK telah menyerahkan persoalan tindak lanjut kepada ranah politik karena lembaga tersebut menyatakan tidak berwenang mendiskualifikasi Gibran yang telah dilantik sebagai wakil presiden.

Dia menggambarkan situasi itu sebagai “bola panas ke DPR”.

Karena itu, Rocky menilai DPR perlu menjalankan perannya untuk menelaah persoalan tersebut melalui mekanisme yang berlaku.

Dia juga menilai tindak lanjut diperlukan agar polemik mengenai dokumen pendidikan Gibran tidak terus berlarut-larut.

Namun, usulan pengunduran diri tersebut merupakan pandangan Rocky, bukan keputusan resmi mengenai status jabatan wakil presiden.

Hingga pemberitaan sumber tersebut diterbitkan, saran Rocky menjadi salah satu respons terhadap polemik pascaputusan MK.

Perkembangan berikutnya bergantung pada sikap pihak-pihak terkait dan langkah yang ditempuh melalui mekanisme konstitusional. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
polemik dokumen pendidikan rocky gerung mk gibran Wakil Presiden