RADARTUBAN – Partai Golkar merespons santai pernyataan Bendahara DPC PKB Tuban Fahmi Fikroni mengenai potensi kejenuhan publik setelah dua periode kepemimpinan partai penguasa.
Golkar menanggapi santai dan memilih menghormati pendapat tersebut dan belum ingin terburu-buru membahas kontestasi pilkada mendatang.
Pernyataan politisi yang akrab disapa Roni mencuat setelah beredarnya flyer yang menyandingkan Aulia Hany Mustikasari, kader Golkar sekaligus anggota DPRD Jawa Timur, dengan Anna Mu’awanah, Ketua DPC PKB Tuban sekaligus anggota DPR RI, sebagai calon bupati Tuban pada pilkada serentak mendatang.
Baca Juga: Usia Bukan Kendala, PKB Klaim Anna Sukses Membangun Bojonegoro
Menurut Roni, kejenuhan publik setelah dipimpin partai yang sama selama dua periode berturut-turut dapat menjadi peluang sekaligus kekuatan bagi partai politik, khususnya PKB, untuk mengusung calon bupati.
Menanggapi pernyataan tersebut, Sekretaris DPD Partai Golkar Tuban Suratmin tidak memberikan respons berlebihan. Politikus Partai Beringin yang juga anggota DPRD Tuban itu menegaskan bahwa pihaknya menghormati setiap pendapat.
‘’Kita hormati setiap pendapat,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Suratmin juga menegaskan bahwa Golkar masih menunggu keputusan pimpinan partai terkait arah politik ke depan.
"Kita tunggu keputusan pimpinan nggih,’’ tandasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Golkar belum ingin berspekulasi mengenai kandidat yang akan diusung. Terlebih, pelaksanaan pilkada serentak masih cukup lama.
Di sisi lain, Roni mengakui bahwa pembahasan mengenai calon bupati Tuban belum dilakukan secara resmi di internal PKB. Meski demikian, dia menilai Anna Mu’awanah sebagai sosok yang tepat untuk dipertimbangkan maju dalam kontestasi tersebut.
Menurut Roni, pengalaman Anna sebagai Bupati Bojonegoro dan anggota DPR RI menjadi salah satu pertimbangan. Dia juga menilai Anna memiliki kesamaan dalam perhatian terhadap pembangunan dengan mantan Bupati Tuban dua periode Fathul Huda.
‘’Jembatan Kare (Kanor-Rengel) yang saat ini bisa dinikmati oleh masyarakat Bojonegoro dan Tuban adalah hasil pembangunan beliau saat menjadi bupati Bojonegoro,’’ katanya.
Roni menilai pembangunan jembatan yang menghubungkan wilayah Bojonegoro dan Tuban tersebut menunjukkan perhatian Anna terhadap masyarakat di kedua daerah.
Baca Juga: Aulia Hany Diisukan Maju Pilkada Tuban 2029, Golkar Pilih Tunggu Mekanisme Partai
Selain infrastruktur, Roni menyoroti perhatian Anna terhadap pembangunan keagamaan. Dia menyebut, selama menjabat Bupati Bojonegoro, Anna memberikan dukungan berupa dana hibah untuk pembangunan tempat ibadah, termasuk musala dan masjid.
"Beliau memiliki kesamaan dengan Pak Huda (Fathul Huda, mantan bupati Tuban dua periode). Saat menjadi bupati Bojonegoro, beliau juga memberikan banyak dana hibah untuk pembangunan tempat ibadah seperti musala dan masjid,’’ tandasnya.
Menurut Roni, pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang dinilai relevan apabila Anna dipertimbangkan sebagai calon bupati Tuban. Meski demikian, wacana tersebut masih sebatas pandangan politik dan belum menjadi keputusan resmi partai. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban