Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Erick Thohir Dukung Langkah Polri yang Tangkap Pelaku Pengaturan Skor Pertandingan Liga

Dwi Setiyawan • Jumat, 22 Desember 2023 | 18:04 WIB
Ketum PSSI Erick Thohir didampingi Menpora/Waketum II PSSI Zainudin Amali bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
Ketum PSSI Erick Thohir didampingi Menpora/Waketum II PSSI Zainudin Amali bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo

RADARTUBAN-Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir kembali menegaskan jalan penegakan dan penerapan hukum yang merupakan satu-satunya pilihan demi membangun sepakbola bersih. 

Karena itu, dia mendukung tindakan Polri yang menahan tiga pelaku dugaan suap pengaturan skor pertandingan liga di tanah air. 

Dia juga merekomendasi hukuman Satgas Anti Mafia Bola Mabes Polri terhadap dua klub pelaku match fixing tersebut.

"Saya pernah katakan, jangan main-main. PSSI sudah berkomitmen dengan Polri, kita selidiki, ada bukti yang kuat, maka langsung sikat, tidak pandang bulu," tegas Erick Thohir di laman PSSI, Kamis (21/12).

 

"Jika ingin sepakbola kita bersih, apalagi ini sudah menjadi permintaan dari Presiden Jokowi, maka harus punya nyali untuk berantas suap dan judi di sepakbola kita," katanya.

Aktor intelektual di balik pengaturan skor liga 2 2018 berinisial VW resmi ditahan polisi bersama dua tersangka lainnya, DRN dan KM mulai Rabu (20/12/2023) setelah menjalani serangkaian pemeriksaan sejak pagi.

 

Rabu (13/12) pekan lalu, Satgas Antimafia Bola Polri telah menetapkan 8 tersangka atas tuduhan match fixing di dunia sepak bola Indonesia Liga 2 2018.

 

Kepala Satgas Anti Mafia Bola Irjen Asep Edi Suheri menjelaskan, delapan orang tersangka tersebut terdiri atas empat orang wasit masing-masing dengan inisial K, RP, AS, dan R. 

Kemudian satu orang asisten manajer klub berinisial DRN, satu LO wasit berinisial KM, dan seorang kurir berinisial GAS yang masih berstatus DPO (daftar pencarian orang).

 

"Satu orang (tersangka kedelapan) pelobi berinisial VW, yang disampaikan Kapolri," kata Irjen Asep dalam acara konferensi pers Satgas Anti Mafia Bola di Mabes Polri dan penandatangan nota kesepahaman Satgas Anti Mafia Bola oleh Polri dan PSSI di Jakarta.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#sepakbola #PSSI #match fixing #Polri #Erick Thohir #mafia bola #hukum