Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PSSI Perketat Persyaratan Merekrut Ofisial. Belajar dari Pengalaman Diperdayai Dokter Gadungan Elwizan Aminudin

Dwi Setiyawan • Sabtu, 3 Februari 2024 | 01:53 WIB
Sekretaris PSSI Yunus Nusi.
Sekretaris PSSI Yunus Nusi.

RADARTUBAN-Penangkapan Elwizan Aminudin, dokter gadungan yang pernah menangani sejumlah klub Liga 1 dan timnas U-17 menjadi bahan evaluasi bagi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Sekretaris PSSI Yunus Nusi mengatakan, nantinya jika ada klub maupun timnas yang hendak merekrut ofisial harus melakukan cross check asal usul yang bersangkutan pada perguruan tinggi yang bersangkutan menimba ilmu, Ikatan Dokter Indonesia, hingga lembaga terkait.

‘’Kasus ini pasti akan menjadi perhatian PSSI,’’ kata Yunus di laman PSSI.

Ketentuan tersebut tidak hanya berlaku untuk dokter, namun juga fisioterapis.

Khusus ofisial yang bergabung di timnas harus terlebih dulu menyerahkan foto kopi ijazah dokter yang sudah dilegalisir fakultas kedokteran perguruan tinggi asal.

Tak kalah pentingnya, kata dia, mempunyai surat tanda register (STR) untuk dokter.

Sedangkan untuk fisioterapis harus mempunyai surat izin praktik (SIP) yang masih berlaku.

Diketahui, Elwizan Aminudin menjadi dokter sejumlah klub selama delapan tahun sejak 2013-2021.

Modusnya, memalsukan ijazah kedokteran dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Klub yang menjadi korban, antara lain, Persita Tangerang, Barito Putra, timnas U-19, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC, kembali ke timnas U-19, Kalteng Putra, dan terakhir PSS Sleman. (ds)

Editor : Amin Fauzie
#dokter gadungan #Elwizan Aminudin #yunus nusi #PSSI #Ofisial