Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Aksi Brutal Wahyudi Hamisi yang Cenderung Mencederai Bruno Moreira. Manajemen Persebaya Surati PSSI, Ini Isinya

Dwi Setiyawan • Rabu, 6 Maret 2024 | 00:12 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Manajemen Persebaya Surabaya meradang!
Mereka tidak ingin tindakan keras terhadap pemainnya Robertino Pugliara pada kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2018/2019 yang mengakibatkannya tidak bisa melanjutkan karier sepak bolanya, kembali terulang.


Ancaman tersebut kembali dilakukan Wahyudi Hamisi, pemain PSS Sleman kepada pemain Persebaya Bruno Moreira saat pertandingan kedua tim, Minggu (3/3).


Dengan dalih merebut bola, Wahyudi Hamisi dengan sengaja menendang kepala pemain Persebaya Bruno Moreira yang saat itu terjatuh.

Atas perbuatan tersebut, manajemen Persebaya mengirimkan surat ke PSSI.

Sekretaris Persebaya Ram Surahman mengatakan, surat tersebut ditujukan kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir.


Harapannya, PSSI mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan terukur.
Dia menyebut ada dua poin yang diminta Persebaya untuk mendapat perhatian serius PSSI.


Poin pertama, Wahyudi Hamisi dinilai telah melakukan tindakan keras dan mengarah mencederai lawan pada menit ke-19.

Ram menyampaikan, wasit yang memimpin pertandingan tersebut dan berdiri tepat di depan kedua pemain hanya memberikan kartu kuning.

"Apa yang dilakukan Wahyudi Hamisi ini termasuk kategori violent conduct, yang harusnya layak di kartu merah," tegasnya dikutip dari jawapos.com.

Ram kemudian mengingatkan tindakan anarkis Wahyudi Hamisi pada kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2018/2019.


Wahyudi Hamisi yang bermain untuk Borneo FC mencederai pemain Persebaya Robertino Pugliara di Stadion Gelora Bung Tomo.


"Tackling dua kaki yang dilakukan membuat Robertino Pugliara tidak bisa melanjutkan karier sepak bola," ujarnya.

Untuk poin kedua, Ram memberikan penilaian kepada kepemimpinan wasit Ginanjar Rahman. Dia dianggapnya kurang tegas dan cenderung abai dalam menerapkan peraturan permainan dalam sepak bola.

"Akibatnya, pertandingan berjalan keras dan menjurus kasar. Beberapa kali harus terhenti karena insiden antarpemain kedua tim," ucapnya.


"Bisa dilihat dari keluarnya sebelas kartu kuning di pertandingan tersebut. Sebanyak enam kartu kuning untuk PSS dan lima Persebaya," ujar pria yang juga ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persebaya tersebut.(ds)

Editor : Muhammad Azlan Syah
#Borneo FC #Sepak Bola #wahyudi hamisi #sleman #pss #ancaman #pertandingan #PSSI #PERSEBAYA #violent conduct #Bruno Moreira #Robertino Pugliara #kepala #Erick Thohir #Tindakan #menendang #surat