Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wahyudi Hamisi, Pemain PSS Sleman yang Menginjak Kepala Bruno dan Mematahkan Kaki Robertino. Berikut Sosoknya?

Dwi Setiyawan • Rabu, 6 Maret 2024 | 17:26 WIB
Pemain PSS Sleman Wahyudi Hamisi
Pemain PSS Sleman Wahyudi Hamisi

RADARTUBAN— Wahyudi Hamisi, pemain PSS Sleman menjadi pusat perhatian karena aksi kekerasannya yang mencederai kepala pemain Persebaya Bruno Moreira.


Siapa sebenarnya Wahyudi Hamisi? Dikutip dari jawapos.com, berikut profil lengkapnya.


Wahyudi Setiawan Hamisi lahir pada 28 Juli 1997 di Kotamobagu, Sulawesi Utara.


Dia mulai meniti kariernya sebagai pemain junior Borneo FC pada 2014 hingga 2015 sebelum melangkah ke level senior.


Di Borneo FC, pemain dengan tinggi 1,66 meter tersebut menjadi bagian dari tim selama delapan tahun, dari 2015 hingga 2023 atau delapan tahun.


Selama itu, dia membukukan 101 penampilan dengan dua gol.


Wahyudi juga memberikan kontribusi dengan tiga assist.


Catatan tersebut tidak luput dari kartu kuning dan kartu merah, dengan total 30 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, dan 2 kartu merah.


Ketika bermain di Borneo, FC Wahyudi Hamisi melanggar keras pemain Persebaya Robertino Pugliara pada kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2018/2019 yang mengakibatkan kakinya patah dan tidak bisa melanjutkan karier sepak bolanya.


Setelah insiden tersebut, Wahyudi mengunggah sebuah video permintaan maaf kepada Robertino Pugliara.


Dalam video tersebut, Wahyudi Hamisi menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk melukai Robertino dan mengungkapkan penyesalannya atas kejadian tersebut.


Dia juga memohon maaf kepada keluarga besar Robertino, Persebaya Surabaya, dan Bonek, serta berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut.


Presiden Borneo FC, Nabil Husein, juga membenarkan permintaan maaf dari Wahyudi Hamisi melalui akun Instagramnya.


Dia menyebut Wahyudi tidak memiliki niat jahat. Nabil juga menegaskan bahwa insiden ini menjadi pembelajaran berharga bagi Wahyudi di masa mendatang.


Pada 2023, Wahyudi Hamisi memutuskan untuk bergabung dengan PSS Sleman.


Di PSS Sleman, dia mencatatkan dua penampilan dengan satu gol, mengenakan nomor punggung 33.


Setelah bergabung dengan PSS Sleman, perjalanan Wahyudi kembali menjadi sorotan.


Insiden kontroversial yang melibatkan dirinya kembali terjadi dalam pertandingan melawan Persebaya pada pekan ke-27 Liga 1, Minggu (3/3).


Dia menginjak kepala Bruno Moreira ketika pemain tersebut terjatuh.


Akibat kebrutalannya pada menit ke-19 tersebut, dia mendapat kartu kuning.


Aksi tersebut juga memicu kemarahan publik dan menimbulkan pertanyaan tentang etika dalam olahraga.


Meski sudah mendapatkan kartu kuning pada laga tersebut, namun citra Wahyudi Hamisi sebagai seorang pemain sepak bola yang profesional terguncang.


Publik menunggu dengan cemas bagaimana insiden ini akan memengaruhi kariernya dan apakah tindakan disiplin akan diambil terhadapnya.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#insiden kontroversial #wahyudi hamisi #PERSEBAYA #Bruno Moreira #pss sleman