RADARTUBAN - Euforia masyarakat Indonesia atas kemenangan timnas pada delapan besar Piala Asia U-23 masih begitu terasa di tanah air.
Kemenangan atas Korea Selatan (Korsel) tersebut mengantarkan Garuda Muda menembus semifinal kejuaraan sepak bola ternama tersebut.
Suka cita masyarakat Indonesia berbanding terbalik dengan Korea Selatan.
Dilansir dari Instagram @mood.jakarta, Ketua Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) Chung Monggyu menundukkan kepalanya dan meminta maaf atas kegagalan Timnas Korea Selatan dalam Piala Asia U-23.
Dia meminta maaf atas kegagalan membawa Timnas Korea Selatan menembus Olimpiade untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 40 tahun terakhir atau sekitar 9 kali berturut-turut.
Kritikan dari netizen Korea Selatan pun datang bertubi-tubi yang ditujukan kepada KFA yang dinilai melakukan blunder dengan penunjukan Klinsman hingga coach Hwang Seonhong sebagai caretaker.
Tak hanya untuk KFA saja. Warganet Korea juga mengkritik coach Hwang Seonhong yang begitu sulit ditemui media selama menjabat sebagai pelatih.
Sebagai pelatih Korea Selatan, coach Hwang Seonhong dinilai jarang memberikan informasi terkait perkembangan tim asuhannya.
Para jurnalis Korea Selatan pun berusaha memaklumi hal tersebut. Itu karena ada pelatih yang tidak ingin diganggu saat melatih.
Dengan hasil buruk Korea Selatan dan kartu merah yang dijatuhkan kepada coach Hwang Seonhong membuat kritikan tersebut tak lagi terbendung.
Kritikan tersebut tak datang netizen Korsel, namun juga dari mantan pemain sepak bola Lee Chunsoo.
Dia mengkritik penunjukan Hwang Seonhong yang menggantikan pelatih Klinsmann, serta mengkritik KFA yang dinilai tidak memilih pelatih yang berpengalaman.
Walikota Daegu juga turut mengkritik KFA yang memilih Klinsmann yang tidak tahu menahu tentang sepak bola Korea Selatan ketika menjadi pelatih timnas mereka.
Dia juga mengungkapkan bahwa KFA tidak proaktif mencari pelatih baru dan pasrah memilih Hwang Seonhong menjadi pelatih Korea Selatan.(gi)