RADARTUBAN-Setelah kondisi rumputnya yang tidak bagus dikritik, pengelola Stadion Gelora Utama Bung Karno (SUGBK) akhirnya merevitalisasi rumput lapangan tersebut.
Salah satu kritik terhadap kondisi rumput Stadion Gelora Utama Bung Karno dilontarkan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir.
Revitalisasi rumput Stadion Gelora Utama Bung Karno tersebut khusus menyambut Piala Dunia U-20 tahun 2023.
Melalui akun Instagram, Humas SUGBK mengatakan, pekerjaan (revitalisasi) dilakukan pada lapisan rumput agar dapat menyesuaikan dengan iklim dan cuaca.
‘’Revitalisasi lapisan rumput berikut rangkaian proses di dalamnya ini melibatkan kembali stakeholder, tim dan tenaga ahli yang telah berpengalaman dalam menangani persiapan Piala Dunia U-20,’’ tulis Humas SUGBK.
Humas SUGBK juga menyampaikan, proses perbaikan dimulai dengan pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, leveling media tanam, penanaman rumput, proses grow-in dan perawatan intens, dan uji fungsi dan monitoring visual lapangan.
Disampaikan juga, Manajemen SUGBK fokus pada pemulihan lapangan untuk mencapai level terbaik seperti pernah dicapai pada 2023 guna menyambut Round 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia sebagai bentuk pelayanan publik.
Perbaikan rumput SUGBK mengundang komentar warganet.
‘’B uset sekelas GBK yang sering ada KONSER cuma pake alat manual, kemana semua tuh aliran duit KONSER? ????’’ tulis @oktasiagian_.
‘’Persiapan yg matang, kiranya hasil pertandingan pun berpihak pada kita dan lolos piala Dunia Aminnnn paling kenceng ????,’’ komen @masrur_only.
Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menginginkan kualitas rumput SUGBK sama seperti rumput lapangan pada kompetisi UEFA Euro 2024.
"Kalau kita lihat (pertandingan) Euro tadi malam (kualitas rumput lapangan) bagus, ya GBK juga harus gitu," ujar Erick.
Dia menjelaskan, skuad Garuda akan menjalani laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 pada September 2024 mendatang di Surabaya, Jawa Timur.
Laga yang semula direncanakan berlangsung di SUGBK, digeser ke Surabaya karena adanya kunjungan Sri Paus Fransiskus ke Jakarta pada September mendatang.
"Ini kan ada tamu negara, tokoh dunia, yang juga kita harus mengapresiasi kedatangannya," ujarnya.
Setelah laga di Surabaya, anak asuhan pelatih Shin Tae-yong akan kembali melakoni laga lanjutan di SUGBK pada Oktober, dan November.
Erick berharap ketika timnas berlaga pada Oktober mendatang, kondisi rumput SUGBK sudah bagus atau tidak seperti dalam laga sebelumnya melawan timnas Filipina. (ds)
Editor : Muhammad Azlan Syah