RADARTUBAN - Milomir Seslija angkat suara terkait kebijakan larangan membawa pemain ke-12 pada semifinal Piala Presiden menghadapi Arema FC.
Milo kurang sepakat dengan keputusan panitia penyelenggara, instansi keamanan dan Federation International Football Association (FIFA). Semifinal Piala Presiden antara Arema FC vs Persis Solo akan di selenggarakan di Stadion Manahan Solo pada Rabu, (31/7).
Arema FC, Borneo FC, Persija Jakarta dan Persis Solo merupakan 4 tim yang lolos dari fase grup A dan grup B. Sebagai pemuncak klasmen grub A dan grub B, Arema FC dan Borneo FC berhak menjadi tim tuan rumah di Manahan Solo.
“Klub tuan rumah di babak semifinal Piala Presiden ini adalah Borneo FC sebagai juara grup A dan Arema sebagai juara grup B” ujar Maruarar Sirait ketua Steering Committee Piala Presiden 2024 dikutip dari channel Youtube SUPERSKOR.
Maruarar Sirait menjelaskan, tim yang akan menjadi tuan rumah pada semifinal kali ini yaitu tim yang menduduki puncak klasmen dari masing-masing grub.
“Direct FIFA ini sangat jelas di mana penonton dari tim tamu itu tidak diperbolehkan hadir dan ini berlaku selama 2 tahun sampai adanya pembenahan dari sistem ticketing yang dilakukan oleh Liga maupun Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)”, ujar Maruarar Sirait.
Maruarar menjelaskan kebijakan tersebut akan terus berjalan hingga 2 tahun sampai adanya perbaikan dari ticketing.
Pemain ke-12 merupakan istilah lain suporter sepakbola dari sebuah tim yang datang ke stadion di sebuah pertandingan.
Maruarar menjelaskan bahwa suporter yang diizinkan mendukung dan menyaksikan langsung ke Stadion merupakan suporter dari tim tuan rumah saja. Pelatih Persis Solo, coach Milo merasa kurang puas dengan keputusan panitia penyelenggara.
“Ini laga semifinal dan kami ingin menciptakan sejarah. Jika tidak ada suporter lebih baik tidak ada sepakbola. Bagi saya, seharusnya pihak penyelenggara bisa mencari keputusan yang lebih baik”, ujar Milomir Seslija dikutip dari unggahan instagram @bola.com.
Dari pernyataan tersebut Milomir Seslija ingin menciptakan sejarah baru bagi laskar sambernyawa pada semifinal piala presiden dengan dukungan suporter.
“Kalian tahu, tim tanpa suporter dan suporter tanpa tim seperti tidak ada jiwanya. Namun, saya harus tetap menghormati kebijakan itu. Kami harus bermain dengan lebih baik”, ujar Milomir Seslija dikutip dari unggahan instagram @bola.com.
Milo menyatakan bahwa ia tetap menghormati keputusan tersebut dan akan melakukan yang terbaik di laga semifinal nanti menghadapi juara bertahan Arema FC.
Stadion Manahan Solo akan menjadi venue semua pertandingan semifinal Piala Presiden 2024. Walaupun kurang terima dengan keputusan tersebut, pelatih berusia 59 tahun tersebut tetap menghormati keputusan FIFA dan panitia penyelenggara. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama