RADARTUBAN - Rencana pembangunan stadion baru oleh pemilik saham Manchester United Sir Jim Ratcliffe memancing reaksi dari netizen Indonesia. Manchester United telah bermarkas di Old Trafford selama 114 tahun sejak diresmikan pada tahun 1910.
Old Trafford merupakan stadion yang sering dijuluki Theater of Dreams. Archibald Leitch merupakan arsitek asal Skotlandia yang merancang desain stadion Old Trafford.
Old Trafford pernah dipinjam klub Manchester Biru sebagai kandang sementara sejak tahun 1941-1949. Diketahui dari channel YouTube CERITA BOLA, saat itu kandang Manchester City terkena ledakan bom akibat perang dunia II.
Saat ini Old Trafford memiliki kapasitas 75.643 penonton dan menjadi salah satu stadion terbesar ketiga di Inggris.
Seiring bertambahnya usia, kandang MU tersebut pernah mengalami atap jebol dan banjir usai menjamu Arsenal pada Minggu (12/5). Bahkan diketahui air hujan juga masuk dari atap stadion ke ruang ganti Arsenal saat itu.
Dianggap memiliki kualitas yang lebih rendah dari Bernabeu dan Tottenham Hotspur Stadium, Sir Jim berencana membangun stadion berkapasitas 100 ribu penonton untuk MU.
Dilansir dari TikTok @theaminz, Proyek pembangunan stadion baru Manchester United akan menghabiskan dana sekitar 2 Miliar Poundsterling atau sekitar Rp 42 Triliun.
Sir Jim Ratcliffe telah memiliki gambaran stadion baru bagi the read devils. Sir Jim memiliki inspirasi impian desain seperti Sofi Stadium di Los Angeles.
Dilansir dari YouTube CERITA BOLA, pembangunan stadion tersebut akan memakan waktu 6 tahun hingga siap digunakan.
Baru diberitakan memiliki rencana untuk membangun stadion baru yang lebih megah, Manchester United malah mendapat komentar negatif dari netizen.
“Tetep aja ples 100rb juga yg nonton sampe full time cuma 5rb penonton”, ujar @ahmadoziii_ dalam komen instagram @plesbol.inc. Akun tersebut merasa jika penambahan kapasitas stadion tidak terlalu berdampak bagi MU.
Pembangunan stadion Manchester United menjadi salah satu wishlist Sir Jim Ratcliffe sejak membeli saham MU. Sejarah baru akan tercipta jika proyek pembangunan stadion tersebut benar-benar direalisasikan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama