RADARTUBAN - Kontroversi mewarnai pertandingan La Liga antara Barcelona dan Real Sociedad yang berlangsung pada Senin (11/11) kemarin, setelah gol Robert Lewandowski dianulir berkat intervensi teknologi VAR.
Beberapa pemain Barcelona seperti Rafinha dan Iñaki Peña menyuarakan ketidakpuasan mereka, mempertanyakan ketepatan keputusan tersebut. Selain itu, Hansi Flick selaku pelatih pun turut menyayangkan perilaku tidak adil dari wasit.
"Keputusannya itu jelas salah. Tapi kami harus menerimanya," kata Hansi Flick.
Claus Gómez, Kepala Teknologi VAR menganggap kritik adalah hal biasa, meski keputusan dibuat setelah penilaian offside, yang menggunakan 10 kamera tambahan untuk memverifikasi posisi para pemain.
"Kami terbiasa menerima kritik. Olahraga apa pun harus tunduk pada kritik, dan hal itu tentu diterima dengan hormat," ujarnya.
Gómez menjelaskan bahwa VAR memberikan data sangat detil, termasuk posisi setiap kaki pemain yang memungkinkan untuk mendeteksi offside secara lebih akurat.
"Teknologi ini hadir untuk membantu wasit, memberikan informasi yang lebih baik untuk mengubah keputusan sesuai fakta yang ada," katanya.
Poin kontroversial lainnya adalah gambar analisis VAR yang sulit membedakan posisi sepatu Lewandowski dan pemain Sociedad Naif Akrad, yang menambah keraguan di kalangan fans Barcelona.
Surat kabar Marca melaporkan bahwa ketidakjelasan gambar tersebut memicu reaksi negatif di media sosial, dengan banyak yang merasa keputusan wasit tidak tepat.
Gol yang dianulir itu terjadi pada menit ke-14, saat skor masih imbang 0-0. Jika gol Lewandowski sah, Barcelona mungkin bisa saja mengubah jalannya pertandingan dan meraih kemenangan.
Sayangnya, VAR berkata lain dan Barcelona harus takluk 0-1 dari Sociedad. Mereka menelan kekalahan kedua di La Liga musim ini, setelah sebelumnya tumbang 2-4 dari Osasuna pada 28 September lalu. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama