RADARTUBAN - Eliano Reijnders bersama Mees Hilgers adalah dua pesepak bola pertama yang dinaturalisasi di Wilayah Ekstrateritorial Indonesia, tepatnya di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Brussels, Belgia.
Sumpah WNI Eliano dan Mees dilakukan pada 30 September lalu, sehingga bisa bela Timnas Indonesia di Oktober, padahal sebelumnya mereka diperkirakan baru bisa main pada November.
Meski begitu, kenyataan pahit menyelimuti Eliano, adik dari Tijani Reijnders tak masuk dalam skuad Timnas Indonesia melawan Jepang. Padahal, Eliano Reijnders merupakan pemain yang ditunggu-tunggu usai dinaturalisasi oleh PSSI.
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, mengatakan bahwa Eliano menerima keputusan Shin-Thae Young, yang belum mengikutsertakan dirinya masuk dalam Squad Timnas Indonesia.
"Eliano Reijnders pribadi yang baik, dia berusaha bisa menerima keputusan tidak masuk skuad, tapi dia tetap bersemangat, berupaya membuktikan bahwa dia bisa bersaing di posisi dia,” ucap Sumardji, Minggu (17/11).
Eliano terus membuktikan semangatnya untuk dapat masuk dalam Squad Timnas. Dirinya memaksimalkan usaha agar dilirik pelatih Timnas yang namanya disingkat dengan STY tersebut.
"Kita akan lihat nanti bagaimana perkembangan eliano di latihan hari ini dan besok supaya Coach Shin bisa melirik dan melihat sekaligus bisa menilai eliano bisa masuk dalam skuad,” tambah Sumardji.
Usai debut ketika Timnas Indonesia ditahan Bahrain 2-2 pada Oktober lalu, Eliano berturut-turut tak masuk daftar susunan pemain (DSP), pun saat Timnas Garuda melawan Jepang.
Eliano kala itu hanya duduk di tribun dan ikut turun mengelilingi lapangan untuk menghampiri supporter bersama tim saat momentum, usai pertandingan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama