Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pemain Timnas Thailand, Benjamin James David Bisa Dipenjara Jika Menginjakkan Kaki di Singapura, Mengapa?

Bihan Mokodompit • Minggu, 1 Desember 2024 | 21:15 WIB
Benjamin James David akan dipenjara jika berada di Singapura
Benjamin James David akan dipenjara jika berada di Singapura

RADARTUBAN - Benjamin James Davis, gelandang muda yang kini menjadi bagian dari skuad Timnas Thailand untuk ASEAN Championship 2024, sedang menjadi sorotan. Sebagai pemain sepak bola keturunan Inggris-Thailand, Davis memiliki potensi besar di lapangan hijau.

Namun, ada cerita kontroversial yang membuatnya tak bisa menginjakkan kaki di Singapura tanpa risiko besar. Jika ia berani datang ke negara tersebut, Davis bisa menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun dan denda lebih dari Rp150 juta.

Cerita ini bermula saat Benjamin James Davis memutuskan untuk melepas kewarganegaraan Singapura. Keputusan itu diambil akibat panggilan wajib militer yang ia abaikan. Namun, mengapa seorang pemain sepak bola memilih langkah kontroversial ini? Mari kita telusuri lebih jauh.

 Dibesarkan di Singapura, Panggilan Wajib Militer Jadi Awal Masalah

Benjamin James Davis lahir di Thailand tetapi besar di Singapura. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam sepak bola.

Karier sepak bolanya mulai menanjak ketika ia diterima di akademi Fulham di Inggris. Namun, saat usianya menginjak 18 tahun, Davis menerima panggilan wajib militer dari pemerintah Singapura.

Wajib militer di Singapura adalah aturan yang sangat ketat. Semua pria warga negara Singapura yang telah mencapai usia tertentu diwajibkan untuk mengabdi selama dua tahun.

Namun, Davis merasa karier sepak bolanya akan terancam jika ia meninggalkan Fulham untuk mengikuti aturan tersebut. Maka dari itu, ia mengajukan permohonan pengecualian.

Sayangnya, permohonannya ditolak oleh pemerintah Singapura. Penolakan ini menjadi titik balik bagi Davis. Ia dihadapkan pada dua pilihan: memenuhi kewajiban militernya atau mengejar mimpinya sebagai pemain sepak bola profesional.

Memilih Thailand dan Melepaskan Kewarganegaraan Singapura

Demi menjaga kariernya tetap berjalan, Benjamin James Davis akhirnya memutuskan untuk mencabut statusnya sebagai warga negara Singapura. Ia memilih untuk menjadi warga negara Thailand, negara asal ibunya.

Langkah ini membuatnya dapat terus bermain di Eropa tanpa harus menghadapi gangguan dari aturan wajib militer. Namun, keputusan itu membawa konsekuensi besar.

Pemerintah Singapura mencatat Davis sebagai penghindar wajib militer, sebuah tindakan yang dianggap ilegal. Berdasarkan hukum Singapura, warga yang menghindari wajib militer bisa dihukum berat jika kembali ke negara tersebut. Karena itu, Davis tak akan dibawa ke Singapura saat Timnas Thailand melakukan pertandingan tandang di sana.

 

Dukungan dan Kritik terhadap Keputusan Davis

Keputusan Benjamin James Davis menuai reaksi beragam. Banyak yang mendukung langkahnya untuk mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional.

Mereka melihat Davis sebagai contoh keberanian untuk memilih jalan hidup sesuai dengan passion-nya. Namun, tak sedikit juga yang mengkritiknya.

Beberapa pihak di Singapura menilai Davis tidak menghormati aturan yang berlaku. Mereka menyebut tindakannya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara yang membesarkannya.

 Karier Davis di Timnas Thailand

Setelah resmi menjadi warga negara Thailand, Davis mulai tampil di berbagai pertandingan internasional bersama Timnas Thailand. Sebagai gelandang muda berbakat, ia dianggap sebagai aset berharga bagi tim.

Kini, Davis menjadi bagian dari skuad Thailand untuk ASEAN Championship 2024. Meskipun ia tidak bisa bermain di Singapura, perannya tetap diandalkan dalam pertandingan lainnya.

Dengan bakat dan dedikasi yang ia miliki, Davis diharapkan dapat membawa Thailand mencapai prestasi lebih tinggi. Terutama di ajang sepak bola regional.


Kontroversi yang Terus Membayangi

Meskipun telah memilih Thailand sebagai negaranya, kontroversi soal wajib militer terus membayangi Benjamin James Davis. Banyak yang bertanya-tanya, apakah Davis akan tetap menghindari Singapura seumur hidupnya? Ataukah ia akan mencari jalan untuk menyelesaikan masalah tersebut di masa depan?

Hingga saat ini, Davis belum memberikan pernyataan resmi terkait kemungkinan menyelesaikan permasalahan hukum di Singapura. Yang pasti, ia tetap fokus pada karier sepak bolanya dan terus berusaha menunjukkan performa terbaik di lapangan.

Benjamin James Davis adalah contoh nyata bagaimana seorang atlet harus membuat keputusan sulit demi kariernya. Pilihannya untuk melepaskan kewarganegaraan Singapura demi mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional menuai pro dan kontra.

Namun, satu hal yang pasti, Davis adalah pemain berbakat yang memiliki potensi besar. Meskipun kontroversi soal wajib militer masih membayangi, ia tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang yang berani mengambil risiko demi mengejar impian mereka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Benjamin James Davis #Inggris #timnas thailand #ASEAN Championship 2024