RADARTUBAN - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi memutus kontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (6/1).
Erick Thohir menyatakan bahwa langkah ini diambil demi kebaikan Timnas Indonesia. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi pelatih asal Korea Selatan itu selama lebih dari lima tahun terakhir.
"Tentu kita mengucapkan terima kasih kepada kinerja Coach Shin Tae-yong. Hubungan kami sangat baik, namun dinamika tim nasional memerlukan evaluasi. Kami percaya perubahan ini penting untuk membawa timnas ke level yang lebih tinggi," ujar Erick.
Shin Tae-yong mulai melatih Timnas Indonesia pada Desember 2019. Selama masa jabatannya, meskipun belum menyumbangkan trofi besar, dia berhasil membawa Tim Garuda meraih berbagai pencapaian penting:
- Runner-up Piala AFF 2020
- Medali perunggu SEA Games 2021
- Runner-up Piala AFF U-23 2023
- Lolos ke Piala Asia U-20 2023
- 16 besar Piala Asia 2023
- Peringkat keempat Piala Asia U-23 2024
- Lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Lolos ke Piala Asia 2027
- Peringkat FIFA naik dari 173 ke 129
Meski belum meraih gelar juara, Shin Tae-yong dianggap sukses membangun fondasi Timnas Indonesia. Salah satu pencapaian monumental adalah membawa Indonesia ke final Piala AFF 2020 pada debutnya, meski harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Thailand.
Selain itu, Shin berhasil membawa Timnas U-23 ke final Piala AFF U-23 2023 dan menembus 16 besar Piala Asia 2023. Ia juga mencatat kemenangan dramatis melawan Korea Selatan di perempat final Piala Asia U-23 2024.
Kontribusi lainnya adalah lolosnya Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027 dan perbaikan signifikan pada peringkat FIFA. Saat Shin mulai melatih, Indonesia berada di peringkat ke-173 dunia. Kini, posisi Timnas telah meningkat ke peringkat ke-129.
PSSI mengungkapkan bahwa pengganti Shin Tae-yong akan diumumkan pada 12 Januari 2025. Erick Thohir memberikan isyarat bahwa pelatih baru berasal dari Eropa dan memiliki pengalaman memimpin tim-tim besar.
“Perubahan ini kami harapkan dapat membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih kompetitif, terutama dalam menghadapi turnamen internasional mendatang,” tutup Erick. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama