RADARTUBAN - Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan, resmi mengikuti jejak kompatriotnya, Asnawi Mangkualam, untuk melanjutkan karier di Liga Thailand. Kepastian pemain asal Blora ini telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Bangkok United diumumkan melalui media sosial resmi klub dan sang pemain.
Pratama Arhan menghadapi banyak tantangan selama berkarier di luar negeri. Di Suwon FC, klub sebelumnya, dia hanya tampil dua kali dengan total waktu bermain empat menit.
Salah satu penampilannya berakhir tragis ketika dia diganjar kartu merah hanya tiga menit setelah masuk lapangan melawan Jeju FC.
Minimnya kesempatan bermain membuat Arhan dijuluki "camat" alias cadangan mati. Pada 1 Januari 2025, Suwon FC secara resmi melepasnya. Setelah berstatus tanpa klub, Arhan dikaitkan dengan beberapa tim lokal di BRI Liga 1 serta sejumlah klub luar negeri.
Kini, pemain berusia 23 tahun itu telah menemukan pelabuhan baru. Arho, sapaan akrabnya akan melanjutkan karier bersama Bangkok United.
Bangkok United menjadi klub keempat bagi Pratama Arhan. Sebelumnya, dia pernah membela PSIS Semarang, Tokyo Verdy, dan Suwon FC.
Bergabungnya Pratama Arhan ke Liga Thailand mengingatkan pada Asnawi Mangkualam, yang lebih dulu sukses di sana. Asnawi, akan memperkuat Port FC sejak Januari 2024 hingga Juni 2029 mendatang.
Di klub tersebut, Asnawi menjadi pemain penting di sektor kanan pertahanan. Musim ini, dia telah tampil dalam 18 pertandingan di berbagai kompetisi, mencetak satu gol, dan memberikan dua assist.
Kontribusinya membantu Port FC menduduki peringkat ketiga Thai League 1 dengan koleksi 26 poin dan memastikan tempat di babak 16 besar AFC Champions League Two.
Melanjutkan karier di Thailand membuka peluang baru bagi Pratama Arhan untuk menunjukkan potensinya. Keberhasilan Asnawi bersama Port FC dapat menjadi motivasi bagi Arhan untuk mengukir prestasi serupa di Bangkok United.
Dengan perpindahan ini, penggemar sepak bola Indonesia berharap Arhan bisa mendapatkan lebih banyak menit bermain dan mengembangkan kemampuannya di Liga Thailand. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni