Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Profil Denny Landzaat, Asisten Patrick Kluivert yang Memiliki Darah Campuran Belanda - Indonesia

Nadia Nafifin • Sabtu, 11 Januari 2025 | 18:05 WIB
Denny Landzaat kini resmi ditunjuk sebagai asisten pelatih baru Timnas Indonesia
Denny Landzaat kini resmi ditunjuk sebagai asisten pelatih baru Timnas Indonesia

RADARTUBAN - Denny Landzaat kini resmi ditunjuk sebagai asisten pelatih baru Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert.

Penunjukan ini didasarkan pada pengalamannya yang luas serta kemampuannya berbahasa Indonesia.

Setelah Patrick Kluivert menggantikan Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia, perhatian pun tertuju pada sosok-sosok yang akan mengisi posisi asisten pelatih untuk mendukung legenda Barcelona tersebut.

Denny Landzaat menjadi salah satu asisten pelatih yang akan bekerja bersama Patrick Kluivert. Informasi ini pertama kali diungkapkan oleh media Belanda, Voetbal International.

Berita tersebut segera menarik perhatian para pecinta sepak bola Indonesia, mengingat dia memiliki rekam jejak yang mengesankan di dunia sepak bola internasional, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Memiliki nama lengkap Denny Domingues Landzaat, lahir pada 6 Mei 1976 di Amsterdam, Belanda. Meskipun tumbuh besar di Belanda, dia memiliki darah Maluku dari garis keturunan ibunya.

Karier sepak bola Landzaat dimulai saat bergabung dengan Ajax U19 pada 1995, meski hanya tampil dalam satu pertandingan untuk klub tersebut.

Perjalanan kariernya berlanjut dengan memperkuat sejumlah tim, seperti MVV Maastricht pada 1996, Willem II pada 1999, dan AZ Alkmaar pada 2004.

Pada tahun 2004, dia menandatangani kontrak dengan klub Premier League, Wigan Athletic, di mana dia bermain hingga kontraknya berakhir pada tahun 2006.

Sebagai gelandang bertahan, Landzaat juga pernah menjadi bagian dari Timnas Belanda dan berkesempatan tampil di Piala Dunia 2006, menambah catatan prestasinya di dunia sepak bola.

Pada 1 Januari 2008 bergabung dengan Feyenoord Rotterdam. Selama membela klub tersebut, dia tampil dalam 38 pertandingan dan mencetak lima gol hingga kontraknya berakhir pada 1 Agustus 2010.

Setelah itu, Landzaat bergabung dengan FC Twente, di mana dia bermain dalam 50 pertandingan hingga tahun 2013.

Namun, setelah meninggalkan FC Twente, ia sempat tidak memiliki klub hingga awal 2014. Pada pertengahan tahun itu, Willem II menawarkan kontrak, yang akhirnya menjadi klub terakhir dalam kariernya.

Denny Landzaat resmi pensiun sebagai pemain pada 1 Juli 2014, di usia 38 tahun.

Setelah gantung sepatu, Landzaat melanjutkan kariernya di dunia kepelatihan. Dia bahkan menempuh pendidikan Magister Pelatihan di Johan Cruyff Institute Amsterdam pada tahun 2020, memperkuat kemampuannya sebagai pelatih.

Denny Landzaat memiliki pengalaman melatih di berbagai klub sebelum menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia.

Pria berusia 48 tahun itu, pernah menangani AZ Alkmaar U21 pada 2017. Kemudian bergabung dengan Feyenoord Rotterdam pada 2018. Pada tahun 2019, dia melatih Al-Ittihad, dilanjutkan dengan Willem II pada 2021, Al-Taawoun pada 2022, dan terakhir Lech Poznan pada periode 2022-2023.

Kemampuan Landzaat dalam berbahasa Indonesia juga menjadi perhatian. Patrick Kluivert bahkan menyebut kemampuan bahasa Indonesia Landzaat sebagai nilai tambah, yang tentunya akan memudahkan komunikasi dengan pemain dan tim.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Shin Tae-yong #patrick kluivert #Denny Landzaat #asisten pelatih baru #timnas indonesia