Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Media China Soroti Gaji Patrick Kluivert di Indonesia, Ternyata Lebih Kecil dari Shin Tae Yong ?

Bihan Mokodompit • Selasa, 14 Januari 2025 | 17:44 WIB
Patrick Kluivert resmi jadi pelatih Timnas Indonesia
Patrick Kluivert resmi jadi pelatih Timnas Indonesia

RADARTUBAN - Media asal China, Sohu, ikut memberitakan kehadiran Patrick Kluivert sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.

Mantan striker Barcelona tersebut resmi diumumkan dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Jakarta, pada Minggu (12/1/2025) sore WIB. Kluivert menggantikan Shin Tae Yong dan tiba di Indonesia sehari sebelumnya.

Namun, perhatian Sohu tidak tertuju pada kiprah Kluivert selama berkarier, melainkan pada besaran gaji pelatih berusia 48 tahun itu.

Dalam artikel yang mereka unggah, media ini turut membandingkan gaji Kluivert dengan pelatih Timnas China, Branko Ivankovic.

 

Sohu menulis bahwa Timnas China masih memegang predikat sebagai tim terkaya di Asia, salah satunya terlihat dari perbandingan gaji pelatih kedua negara.

“Tim sepak bola nasional China masih lebih kaya! Gaji tahunan pelatih kepala baru tim Indonesia terungkap: 3,1 juta yuan lebih sedikit dari Ivan!” tulis Sohu, dikutip pada Senin (13/1).

Dalam artikelnya, Sohu menyebut bahwa PSSI merekrut Kluivert dengan gaji tahunan sekitar Rp18 miliar, atau setara 8,16 juta yuan.

Angka tersebut lebih kecil dibandingkan gaji Shin Tae Yong, yang sebelumnya mencapai Rp23,6 miliar per tahun.

“Media Indonesia mengungkapkan gaji tahunan pelatih Kluivert adalah sekitar 18 miliar rupiah, yang setara dengan 8,16 juta yuan. Pendapatan tersebut masih kalah 1 juta yuan dibandingkan pelatih pendahulunya, Shin Tae Yong,” tulis Sohu.

 

Dalam laporan tersebut, Sohu juga menyoroti ekspektasi besar yang harus diemban Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Selain harus membawa Tim Garuda lolos ke Piala Dunia, dia juga ditugaskan membantu proses naturalisasi pemain keturunan Belanda.

“Pelatih kepala yang direkrut PSSI dengan gaji tinggi itu tak hanya harus membantu tim lolos ke Piala Dunia, tapi juga harus membantu Indonesia mendapatkan sejumlah pemain naturalisasi Belanda,” tulis Sohu.

Sohu mencatat bahwa gaji Branko Ivankovic sebagai pelatih Timnas China jauh lebih tinggi dibandingkan Kluivert. Pelatih asal Kroasia itu menerima gaji tahunan sekitar 1,5 juta euro, atau setara 11,26 juta yuan. Selisih ini memperkuat posisi China sebagai salah satu tim dengan sumber daya finansial terbesar di Asia.

“Pendapatan pelatih kepala Timnas China ini masih berada di level teratas di Asia. Gaji tahunan Ivankovic sekitar 1,5 juta euro, setara dengan 11,26 juta yuan, hanya 3,1 juta yuan lebih banyak dari Kluivert. Di Asia, gaji tahunan Timnas China memang sangat menggiurkan,” sambung Sohu.

Meski demikian, Sohu menilai bahwa pengalaman melatih Kluivert di level internasional masih kurang menonjol, sehingga sempat menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.

“Toh, pengalaman melatihnya sebelumnya kurang menonjol, bahkan banyak fans Indonesia yang menolak mengundangnya menjadi pelatih,” tulis Sohu.

Dengan gaji besar yang diterimanya, publik Indonesia tentu berharap Kluivert mampu membawa perubahan signifikan bagi Timnas Indonesia, termasuk meloloskan skuad Garuda ke Piala Dunia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#piala dunia #patrick kluivert #branko ivankovic #China #timnas #Indonesia #gaji #Sohu #shin tae yong