Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rekrutmen Tiga Pemain Baru Manchester City Dinilai Sebagai Panic Buying

Mohamad Anas Ali Wafa • Minggu, 26 Januari 2025 | 18:28 WIB
Tiga pemain anyar Manchester City dari kiri: Omar Marmoush, Abdukodir Khusanov, dan Vitor Reis.
Tiga pemain anyar Manchester City dari kiri: Omar Marmoush, Abdukodir Khusanov, dan Vitor Reis.

RADARTUBAN - Manchester City mendatangkan tiga pemain baru pada bursa transfer musim dingin 2025. Langkah ini menuai kritik dari legenda Liverpool, Jamie Carragher, yang menilai pembelian tersebut sebagai bentuk panic buying.

Performa Manchester City sedang terpuruk menjelang akhir tahun 2024. Dari sembilan pertandingan terakhir, tim asuhan Pep Guardiola hanya mampu meraih satu kemenangan dan menelan enam kekalahan.

Rentetan hasil buruk itu berdampak pada posisi City di klasemen Premier League. The Citizens terlempar dari empat besar, sehingga peluang mereka bersaing memperebutkan gelar juara menjadi sangat kecil.

 

Dalam upaya memperbaiki performa tim, Manchester City bergerak cepat di bursa transfer Januari 2025 dengan mendatangkan tiga pemain anyar yakni, Omar Marmoush, Abdukodir Khusanov, dan Vitor Reis.

Total dana sebesar £122,5 juta (sekitar Rp 2,5 triliun) dihabiskan untuk mendatangkan ketiganya ke Etihad Stadium.

Namun, langkah ini mendapat sorotan tajam dari Jamie Carragher. Pundit sepak bola dan mantan bek Liverpool itu menilai keputusan Manchester City menunjukkan adanya kepanikan akibat performa buruk mereka belakangan ini.

 

Carragher mengungkapkan, jika pemain-pemain yang direkrut Guardiola tidak tampil maksimal, Manchester City berisiko gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

"Jika pemain yang direkrut Pep Guardiola pada Januari tidak memenuhi ekspektasi, mereka tidak akan berada di Liga Champions musim depan. Juara Premier League telah membawa konsep panic buying ke level yang lebih tinggi," ujar Carragher kepada The Telegraph.

Menurut Carragher, langkah ini sangat tidak biasa bagi klub sebesar Manchester City.

"Mereka harus melakukan transfer panik. Tidak sering kita melihat klub seperti ini bereaksi seperti itu di pertengahan musim, tetapi saat ini mereka tidak punya pilihan lain," tambahnya.

Carragher juga menilai kegagalan Manchester City di musim ini merupakan pengakuan atas kesalahan dalam perekrutan pemain mereka sebelumnya.

"Ini adalah keadaan darurat di Etihad, yang sekaligus mencerminkan bahwa sebagian besar perekrutan mereka baru-baru ini tidak berjalan sesuai harapan," tutup Carragher.

Manchester City kini menghadapi tekanan besar untuk membalikkan situasi di sisa musim 2024/2025, dengan harapan rekrutan anyar mereka dapat memberikan dampak positif. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Sepak Bola #jamie carragher #Liverpool #pep guardiola #Manchester City