Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rumor Formasi 9-0-1 yang Diusulkan Alex Pastoor untuk Melawan Australia, Bercanda atau Serius?

Bihan Mokodompit • Selasa, 4 Februari 2025 | 00:10 WIB
Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor
Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor

RADARTUBAN - Asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, baru-baru ini mengemukakan gagasan menarik tentang penerapan formasi 9-0-1 untuk menghadapi Australia dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada 20 Maret di Allianz Sydney Stadium, di mana Jay Idzes dan rekan-rekannya akan bertandang ke markas Australia.

Laga ini sangat krusial bagi kedua tim dalam menentukan langkah menuju Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Posisi Australia dan Indonesia saat ini berdekatan di peringkat kedua dan ketiga dengan selisih hanya satu poin.

Ide yang diusulkan oleh Alex Pastoor ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dan di kalangan masyarakat, termasuk di warung-warung kopi. Pertanyaannya, apakah formasi tersebut hanya strategi psikologis atau mencerminkan penilaian Pastoor terhadap kekuatan skuad Indonesia?

"Ucapan Alex Pastoor itu bisa hoaks, bisa juga serius. Tergantung bagaimana kita menilainya," kata Gusnul Yakin.

Dengan formasi tersebut, Pastoor menyarankan kepada Patrick Kluivert agar Indonesia menurunkan sembilan bek dan satu penyerang tunggal, sebuah komposisi yang tidak lazim dalam sepak bola.

"Seorang pelatih bisa memakai formasi apa saja. Asal jumlah pemain di lapangan tetap sepuluh orang plus satu kiper. Mungkin Alex Pastoor sedang bercanda. Karena kita tak tahu suasana saat dia bicara seperti itu," ujarnya.

Namun, lanjut pengamat sepak bola senior asal Malang itu, jika pernyataan tersebut disikapi serius, akan menjadi diskusi yang sangat menarik.

Karena, sejatinya seorang pelatih bisa diibaratkan ahli strategi dalam sebuah medan perang.

"Saya pernah jadi pelatih. Pelatih harus banyak akal dan trik. Menipu lawan pun sah-sah saja. Karena pelatih tak mungkin membongkar rahasianya. Termasuk ke media dan publik yang akan diketahui lawan. Alex Pastoor ini sosok yang sangat pengalaman. Jadi dia juga pintar mempermainkan psikologis publik," tuturnya.

Bagaimanapun juga, mantan pelatih Almere City itu pasti memiliki berbagai trik untuk menarik perhatian calon lawannya, Tony Popovic, pelatih Timnas Australia.

"Kalau saya ikuti berita sejak penetapan Patrick Kluivert sebagai pelatih menggantikan Shin Tae-yong, dia bilang akan memakai formasi ofensif untuk Timnas Indonesia. Setelah berita itu tersebar luas, pelatih Australia menanggapi dengan serius. Konon, Tony Popovic akan menyiapkan antisipasi taktik Patrick Kluivert itu," jelasnya.

"Jika sekarang Alex Pastoor punya formasi berbeda dengan Patrick Kluivert, dan kubu The Socceroos terpengaruh maka perang urat syaraf yang dilancarkan pihak Indonesia berhasil," tandasnya.

Namun, satu hal yang dipahami Gusnul Yakin terhadap Alex Pastoor adalah profesionalisme dan semangat pantang menyerah.

"Saya yakin Patrick Kluivert dan stafnya tak main-main dengan Timnas Indonesia. Mereka orang-orang profesional yang mempertaruhkan reputasi dan karirnya. Mereka tak peduli dengan formasi aneh, meski Timnas Indonesia akan banyak bertahan. Yang penting misi mereka mengejar kemenangan dengan segala cara bisa tercapai," pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Alex Pastoor #patrick kluivert #Piala Dunia 2026 #formasi #jay idzes #australia #asisten pelatih #timnas indonesia