RADARTUBAN – Oknum suporter beratribut pendukung Persela Lamongan merusak Stadion Tuban Sport Center hingga mengalami kerusakan parah.
Suasana mencekam terjadi Stadion Tuban Sport Center, Selasa sore (18/2), saat laga hidup mati penentuan tiket promosi Liga 1 dalam babak delapan besar Liga 2 antara Persela Lamongan menjamu Persijap Jepara memasuki menit akhir pertandingan.
Jelang menit ke 80, pertandingan terpaksa harus dihentikan lantaran sejumlah oknum suporter menyalakan flare yang memicu suporter lainnya turut memanas. Bahkan mulai turun ke lapangan memakukan tindakan anarkis merusak fasilitas stadion hingga melakukan pembakaran.
Laga terpaksa harus ditunda, dalam pertandingan tersebut Persela Lamongan tertinggal 0-1 dari tamunya Persijap Jepara oleh gol yang dilesatkan oleh Rosalvo di menit ke-37.
Diduga kerusuhan terjadi lantaran sejumlah oknum suporter tim tuan rumah kecewa dan tidak puas dengan hasil yang diraih oleh tim kebanggaannya itu.
Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu sejatinya pada laga tersebut wajib memenangkan pertandingan untuk menjaga asa lolos babak play-off promosi Liga 1.
Mubarok, warga Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban yang turut menjadi saksi kericuhan tersebut mengungkapkan, sebagai suporter netral asal Tuban dirinya cukup kecewa dengan ulah oknum suporter yang memprovokasi suporter lainnya untuk membuat kericuhan di stadion.
‘’Saya dan anak saya bahkan harus berlarian menyelamatkan diri dari asap flare yang membuat sesak. Lemparan botol yang beterbangan juga membuat anak saya ketakutan,’’ ujar dia.
Sementara itu, Wahyu Pradana, suporter asal Desa Sokosari, Kecamatan Soko mengatakan, dirinya juga menyayangkan aksi yang dilakukan oleh sejumlah oknum suporter membuat laga dihentikan dan menyebabkan sejumlah fasilitas stadion rusak.
‘’Sebagai suporter tim pendatang yang berkandang di Tuban seharusnya harus turut menjaga stadion (Tuban Sport Center, Red), bukan malah merusaknya,’’ bebernya. (an/yud)
Editor : Yudha Satria Aditama