Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Alex Ferguson Disalahkan Sebagai Biang Kerok Kemunduran Manchester United

Bihan Mokodompit • Selasa, 4 Maret 2025 | 19:05 WIB
Mantan pelatih Manchester United, Alex Ferguson.
Mantan pelatih Manchester United, Alex Ferguson.


RADARTUBAN - Manchester United kembali mengalami musim yang mengecewakan di 2024/2025. Kekalahan terbaru mereka terjadi di Piala FA setelah disingkirkan Fulham melalui adu penalti.

Situasi ini memunculkan berbagai analisis tentang penyebab keterpurukan klub, termasuk dari mantan pemain timnas Inggris, Gary Lineker.

Lineker menilai bahwa Sir Alex Ferguson turut bertanggung jawab atas kondisi sulit yang dialami United saat ini. Menurutnya, cara Ferguson meninggalkan klub lebih dari satu dekade lalu telah meninggalkan dampak jangka panjang yang belum sepenuhnya teratasi.

 

Perubahan Manajerial Tak Beri Dampak Signifikan

Sejak memecat Erik ten Hag pada November lalu dan menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih baru, Manchester United masih kesulitan menemukan performa terbaiknya.

Saat ini, mereka berada di peringkat ke-14 klasemen Premier League, membuat peluang lolos ke kompetisi Eropa melalui jalur liga semakin tipis.

Satu-satunya kesempatan mereka untuk meraih tiket ke Eropa adalah dengan menjuarai Liga Europa. Namun, tantangan besar menanti, dengan Real Sociedad sebagai lawan mereka di babak dua leg mendatang.

Di level manajemen, perubahan juga terus terjadi. Sir Jim Ratcliffe dan INEOS mengambil berbagai langkah strategis, termasuk memangkas jumlah staf dan mengakhiri kerja sama dengan direktur olahraga Dan Ashworth, meski dia baru beberapa bulan menjabat.

 

Kritik dari Wayne Rooney dan Analisis Gary Lineker

Legenda klub, Wayne Rooney, juga memberikan pendapatnya terkait kondisi tim. Dia menilai ambisi Ruben Amorim untuk membawa United kembali ke masa kejayaan sebagai sesuatu yang "naif." Rooney mengingatkan bahwa klub terakhir kali memenangkan Premier League pada era Ferguson, 12 tahun yang lalu.

Kepergian Ferguson pada 2013 bukan hanya meninggalkan kekosongan di kursi manajer, tetapi juga di tingkat eksekutif. David Gill, yang saat itu menjabat sebagai chief executive, juga mundur bersamaan dengan Ferguson. Hal ini membuat struktur organisasi klub menjadi tidak stabil.

Lineker membandingkan situasi ini dengan Liverpool, yang kini dilatih Arne Slot setelah Jurgen Klopp mundur. Menurutnya, Liverpool tetap tangguh karena Klopp telah membangun fondasi yang kuat sebelum pergi.

"Itu tidak terjadi ketika Ferguson pergi. Meski mereka memenangkan liga di musim terakhirnya, skuad saat itu sebenarnya sudah tidak berada di level tertinggi dan akademi juga tidak lagi menghasilkan talenta berbakat," ujar Lineker kepada BBC One.

Sejak kepergian Ferguson, United belum pernah lagi menjuarai Premier League. Mereka semakin tertinggal dari rival seperti Manchester City dan Liverpool, yang terus berkembang dengan strategi dan perekrutan yang lebih baik.

 

INEOS Juga Soroti Warisan Ferguson

Laporan terbaru dari Mirror menyebutkan bahwa beberapa figur penting di Old Trafford juga menilai Ferguson sebagai salah satu faktor kemunduran klub. Mereka beranggapan bahwa Ferguson tidak cukup beradaptasi dengan perkembangan dalam dunia kepelatihan dan perekrutan pemain. Akibatnya, United tertinggal dalam membangun strategi jangka panjang.

Pernyataan Gary Lineker setidaknya menunjukkan bahwa dia sependapat dengan sebagian dari kritik tersebut. Dengan kondisi Manchester United yang masih jauh dari kata stabil, perdebatan mengenai penyebab kemunduran klub ini kemungkinan besar akan terus berlanjut. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Ruben Amorim #Manchester United #erik ten hag #fulham #alex ferguson manchester united