RADARTUBAN - Dua pemain Timnas Indonesia, Sandy Walsh dan Thom Haye, berencana membuat tato bersama jika Indonesia berhasil lolos ke Piala Dunia 2026.
Dalam perbincangan di podcast The Haye Way pada Sabtu (8/2), Sandy Walsh mengenang momen saat dirinya dan Thom Haye bermain bersama di timnas Belanda kelompok usia.
Keduanya pernah membela timnas Belanda sejak level U-15, U-17, hingga U-20. Bahkan, mereka pernah meraih gelar juara Euro U-17 pada tahun 2012.
"Apakah kamu ingat ketika kita berniat membuat tato bindas. Kita sudah bicarakan itu ketika di Euro U-17. Kami sama-sama keturunan Indonesia, orang tua kami juga sering bertemu karena punya asal-usul yang sama. Saya dan Thom adalah anak Indonesia," kata Sandy.
Namun, Sandy mengakui bahwa rencana membuat tato bernuansa Indonesia bersama Thom Haye belum terwujud hingga saat ini. Pemain Yokohama F. Marinos itu bahkan mengungkapkan bahwa tubuhnya belum pernah ditato sama sekali.
Meski begitu, Sandy Walsh menyatakan bahwa ia dan Thom Haye memiliki wacana untuk membuat tato bersama jika Timnas Indonesia berhasil lolos ke Piala Dunia 2026.
"Saat itu kami berpikir mungkin memang harus membuat tato di tubuh. Tapi waktu itu kami baru berusia 16 tahun, mungkin akan menunggu sampai 18 atau 19 tahun, tapi sampai sekarang belum kami lakukan. Jika kita (Indonesia) lolos Piala Dunia, terserah Thom (untuk membuat tato)," ucap Sandy.
"Saya tidak punya tato, jadi itu akan jadi yang pertama. Jika orang-orang menginginkannya, saya akan melakukannya," ujar Sandy menambahkan.
Menanggapi pernyataan Sandy, Thom Haye setuju dengan ide membuat tato bersama jika Timnas Indonesia berhasil lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memiliki tato berukuran besar di tubuhnya.
"Saya punya beberapa tato, tentu saya akan bergabung, tapi tidak mau tato besar," kata Thom.
Thom Haye dan Sandy Walsh diperkirakan akan masuk dalam skuad Timnas Indonesia untuk menghadapi Australia pada 20 Maret dan Bahrain pada 25 Maret dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama