Tak terkecuali para pemain Asia yang berhasil menembus persaingan ketat dan menunjukkan kelasnya di tanah Italia.
Hidetoshi Nakata, pemain asal Jepang, kerap disebut sebagai pionir bagi pesepak bola Asia yang ingin berkarier di Eropa, khususnya di Serie A.
Nakata pertama kali mencuri perhatian saat bermain untuk Perugia, sebelum kemudian membela beberapa klub ternama seperti AS Roma, Parma, Bologna, hingga Fiorentina.
Prestasinya di Italia cukup gemilang. Bersama AS Roma, dia berhasil meraih gelar juara Serie A (Scudetto), sementara saat berseragam Parma, dia turut mengangkat trofi Piala Super Italia.
Nakata juga dua kali dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Asia versi AFC dan sempat masuk nominasi Ballon d’Or sebanyak tiga kali.
Selain catatan prestasi yang impresif, kehadiran Nakata di Italia juga berdampak besar terhadap popularitas sepak bola Jepang di Eropa.
Kiprahnya membuka jalan bagi banyak pemain Jepang lainnya untuk mengikuti jejaknya ke liga-liga top dunia.
Mark Bresciano, yang berasal dari Australia, juga menjadi salah satu pesepak bola Asia tersukses di Italia. Selama kariernya, dia mencatatkan 250 penampilan di Serie A bersama klub-klub seperti Parma, Palermo, dan Lazio.
Konsistensi dan ketangguhannya di lini tengah membuatnya menjadi salah satu pemain yang sangat dihormati di kompetisi tersebut.
Dengan bertahan selama bertahun-tahun di liga yang penuh persaingan ketat, Bresciano membuktikan bahwa pemain Asia mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Tak hanya menjadi idola bagi para penggemar klub yang dibelanya, kiprah Bresciano juga memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya untuk menembus kerasnya kompetisi di Eropa.
Nama Ahn Jung-hwan dari Korea Selatan juga mencatatkan sejarah di Serie A, meskipun kariernya di Italia tidak berlangsung lama.
Ahn menjadi sorotan dunia setelah mencetak gol kemenangan Korea Selatan atas Italia di Piala Dunia 2002.
Namun, gol tersebut justru menimbulkan kontroversi di Italia. Klubnya saat itu, Perugia, memutuskan untuk melepasnya setelah turnamen berakhir.
Keputusan itu memicu perdebatan, tetapi popularitas Ahn di kancah sepak bola global justru meningkat.
Meskipun kiprahnya di Serie A terhenti lebih cepat dari yang diharapkan, Ahn tetap dikenang sebagai salah satu pemain Korea Selatan yang meninggalkan jejak di Eropa.
Keberhasilannya di Piala Dunia 2002 menjadi momen ikonik yang terus diingat oleh para pencinta sepak bola.
Ketiga pemain ini memiliki perjalanan karier yang berbeda, namun masing-masing telah memberikan kontribusi besar bagi persepsi sepak bola Asia di Eropa.
Hidetoshi Nakata, dengan koleksi trofinya, menjadi ikon bagi pemain Jepang dan Asia secara keseluruhan. Dia membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk mengikuti jejaknya ke pentas Eropa.
Mark Bresciano, dengan jumlah penampilan terbanyak di Serie A di antara pemain Asia, membuktikan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, pesepak bola dari Asia mampu bersaing di liga terbaik dunia.
Sementara itu, Ahn Jung-hwan, meskipun kariernya di Italia berakhir kontroversial, tetap menjadi figur yang diperbincangkan. Golnya di Piala Dunia 2002 menjadi momen bersejarah yang tak terlupakan bagi sepak bola Korea Selatan.
Dengan semakin banyaknya pemain Asia yang merumput di Eropa, kisah sukses para pionir seperti Nakata, Bresciano, dan Ahn akan terus menjadi inspirasi bagi generasi pesepak bola berikutnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni