RADARTUBAN - Dua kali sudah Ole Romeny melakukan selebrasi khasnya dengan meletakkan punggung tangan di bawah dagu.
Striker Timnas Indonesia itu terus menunjukkan ketajamannya sebagai ujung tombak skuad Garuda.
Setelah mencetak satu-satunya gol saat Timnas Indonesia kalah 1-5 dari Timnas Australia pada Kamis (20/3), Romeny kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Kali ini, Timnas Bahrain menjadi korban ketajaman pemain yang saat ini membela Oxford United di Liga Inggris kasta kedua tersebut.
Pertandingan melawan Bahrain berjalan sengit, tetapi pada menit ke-24, Romeny berhasil mencetak gol yang membawa Timnas Indonesia unggul sementara.
Gol tersebut berawal dari umpan matang Marselino Ferdinan yang dieksekusi dengan sempurna oleh Romeny.
Begitu bola bersarang di gawang yang dikawal Ebrahim Lutfallah, Romeny langsung berlari ke pojok kanan lapangan untuk merayakan keberhasilannya.
Selebrasi khasnya kembali diperagakan, dan kali ini Marselino turut serta menirukan gestur yang penuh makna itu.
Selebrasi yang dilakukan Romeny bukan sekadar gaya atau aksi spontan. Ada pesan mendalam di balik gerakan tersebut.
Gestur meletakkan tangan di bawah dagu merupakan simbol untuk tetap tegak menghadapi segala rintangan yang ada.
"Selebrasi saya tadi adalah tanda untuk tetap menegakkan kepala. Ini adalah pesan positif bagi siapa pun yang sedang mengalami masa sulit, baik dalam sepak bola maupun kehidupan," ujar Romeny.
“Teruslah bekerja keras, terus percaya pada diri, bahkan di saat-saat sulit. Ini adalah pesan untuk anak-anak, orang-orang dewasa, dan siapa saja yang membutuhkan motivasi,” tambahnya.
Setelah menjalani tugasnya bersama Timnas Indonesia, Romeny akan kembali ke Oxford United.
Pemain berusia 24 tahun itu masih berusaha mengamankan posisi sebagai starter di skuad asuhan Des Buckingham setelah bergabung dari FC Utrecht pada Januari 2025.
Sebagai seorang penyerang yang diharapkan mampu memberikan dampak besar, Romeny bertekad untuk terus tampil konsisten, baik di level klub maupun tim nasional.
Dengan mentalitas pantang menyerah dan semangat juang yang tinggi, dia siap menghadapi tantangan baru di dunia sepak bola. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni